Sesungguhnya yang paling aku takuti dari ummatku adalah setiap orang munafiq yang pandai bicara.โ€ (HR Ahmad dan Ibnu Bathah dalam Al-Ibanah, shahih sanadnya menurut Al-Albani dalam Silisilah Shahihah nomor 1013). Jamaโ€™ah Jumuโ€™ah rahimakumullah. Setiap orang munafiq yang pandai bicara, telah sangat dikhawatirkan bahayanya terhadap Ummat Islam ini. Sangatsering kita bertemu dengan orang-orang munafik, bahkan tak jarang mereka yang kita kenal sebagai sahabat, teman, dan pasangan. Sulit mengenali orang munafik karena mereka selalu bersembunyi di balik topeng. Tanda-tanda orang munafik ada empat, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, bila diamanati ia berkhianat, dan Halini bisa kamu lakukan mulai dari hal kecil, seperti presentasi di kelas, menjadi MC saat acara reuni dan lain sebagainya. Ingat, jangan pernah takut mencoba. Karena semakin sering kamu berbicara di depan umum, kamu akan terlatih. 5. Jangan lupa tanamkan dalam diri bahwa kemampuan public speaking bisa dilatih. AkibatDari Sifat Munafik Dalam Kehidupan Sehari-Hari. Setiap tindakan pasti ada sebab dan akibatnya. Jika tindakan tersebut termasuk hal yang positif, tentu akan menghasilkan sesuatu yang baik pula bagi dirinya. Namun, jika sebaliknya maka akan membawa kesengsaraan untuk hidupnya sendiri. Sama halnya dengan orang munafik, akibat dari Sifatorang munafik . Ayat Qur'an yang menjelaskan tentang Sifat orang munafik berada pada surat sebagai berikut: maksudnya untuk menyatakan sifat mereka yang buruk meskipun tubuh mereka bagus-bagus dan mereka pandai berbicara, akan tetapi sebenarnya otak mereka adalah kosong tak dapat memahami kebenaran. Orangorang munafik mengira bahwa mereka dapat menipu Allah Subhanahu wa Ta'ala dan orang-orang yang beriman, padahal yang mereka tipu tidak lain dan tidak bukan adalah diri mereka sendiri. Kemudian dalam surat An-Nisa ayat 142 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: โ€œSesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas TV1O. Ciri- ciri Orang Munafik โ€“ Pernahkah kamu menceritakan suatu rahasia yang menurutmu cukup pribadi pada seseorang karena orang tersebut berjanji tidak akan menceritakan rahasiamu kepada teman lain? Kamu yang sudah merasa aman menceritakan rahasiamu kepada orang tersebut tiba-tiba terkejut karena rahasiamu bocor, akibat orang yang kamu beritahu rupanya tidak menepati janjinya padamu. Terkadang kita salah menilai orang karena sikap baik orang itulah yang diperlihatkan kepada kita. Namun, tidak ada yang tahu seperti apa dia saat kita tidak ada. Akan tetapi ini bukan berarti kita wajib mencurigai semua orang disekitar kita. Memilah-milah teman memang bukan perkara yang mudah, tapi sebagai manusia yang pandai kita diberi pikiran dan perasaan supaya dapat mengira-ira mana teman yang baik dan mana yang kurang baik. Lingkup pertemanan yang sehat yang ada di inner-circle memang sangat penting karena ini berpengaruh terhadap sikap dan perilaku kita kedepannya. Selain itu banyak lingkungan sehat yang berisikan orang-orang baik membawa banyak keberuntungan dan rejeki. Sebaliknya jika inner-circle tidak sehat terkadang justru membawa hal buruk. Maka dari itu, sangat penting untuk bisa memilah-milah pertemanan karena orang baik akan mendatangkan hal baik. Untuk dapat terhindar dari orang-orang yang kurang baik seperti orang munafik, kamu perlu mengetahui ciri-ciri mereka. Sehingga ketika menemui hal serupa dalam kehidupan nyata kamu dapat menghindari orang-orang dengan ciri seperti ini atau bahkan kamu dapat mencegah agar diri sendiri tidak terjerumus dalam sifat yang sama buruknya. Pengertian Munafik3 Ciri Orang Munafik Menurut Hadits1. Berbohong2. Ciri Orang Munafik Yang Ingkar Janji3. BerkhianatCiri- ciri Orang Munfaik1. Ciri Orang Munafik Yang Manipulatif2. Ciri Orang Munafik Yang Bermuka Dua3. Riyaโ€™3. Dengki4. Membuat kerusakan Bumi5. Bangga Terhadap Dosanya Sendiri Pengertian Munafik Salah satu sifat buruk yang perlu dihindari yakni sifat munafik. Dalam agama Islam munafik merupakan sifat tercela yang jika melakukannya akan mendapatkan dosa besar. Tidak hanya agama Islam, latar belakang agama apapun juga tidak membenarkan adanya sifat tercela ini. Delapan sifat buruk lainnya dapat Grameds pelajari pada buku Akar Dosa, 8 Sifat Yang Membuat Kerohanian Kita Mati oleh Samuel Wasikin yang menjabarkan berbagai sifat negatif yang dapat merusak diri kita dan lingkungan sekitar kita. Munafik adalah sifat yang selalu berkata tidak sesuai kenyataan. Munafik adalah sifat tercela karena senang berdusta, berkhianat dan ingkar janji. Sifat ini sebaiknya dihindari karena munafik merupakan penyakit hati. Dikatakan penyakit karena sekali melakukan perilaku tersebut dapat menyebabkan seseorang melakukan perilaku buruk lainnya. Serta keberadaannya yang menguasai hati dan pikiran manusia membuat sifat munafik sulit lepas. Oleh karena itu penting bagi kita memahami sifat-sifat seperti apa yang menyimpang dan termasuk dalam kemunafikan. Agar diri sendiri maupun orang lain disekitar kita tidak terkena dampak negatifnya. Sifat menyimpang dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti salah satunya penyimpangan seksual yang dijelaskan pada buku Penyimpangan Seksual yang Dilarang Al Quran yang menyampaikan secara jelas pandangan Al-Qurโ€™an terhadap masalah tersebut. Ciri- ciri orang munafik ini dijelaskan dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim yang memaparkan tanda-tanda orang munafik. Orang munafik terbagi menjadi tiga yaitu berbohong, ingkar janji dan berkhianat. 3 Ciri Orang Munafik Menurut Hadits Penting untuk kita mengetahui ciri sifat munafik agar dapat terhindar dari penyakit hati ini. Sifat-sifat dibawah ini adalh sifat munafik yang sebaiknya dihindari. ุขูŠูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุคู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†ูŽ โ€œRasulullah SAW bersabda Tanda orang munafik tiga; apabila berkata ia berbohong, apabila berjanji mengingkari, dan bila dipercaya mengkhianati.โ€ 1. Berbohong Baik dalam ajaran agama manapun tidak ada yang membenarkan suatu kebohongan. Begitu juga dengan Islam. Apapun bentuk kebohongan tetaplah kebohongan. Hal ini juga sangat dibenci sesama manusia dan juga Allah. Berkata tidak jujur, atau mengucapkan sesuatu yang tidak seperti kenyataannya dapat merugikan banyak pihak. Sekali orang melakukan kebohongan maka orang tersebut akan terus berbohong lagi dan lagi. Contohnya ketika seorang anak berbohong pada orang tuanya, mengatakan hanya akan pergi kerumah tetangga namun kenyataannya pergi jauh. Kemudian suatu ketika sang ayah menanyakan alasan si anak lama sekali disana. Secara otomatis si anak harus terpaksa mencari alasan baru untuk menutupi kebohongannya tadi. Hal ini seringnya akan terjadi terus menerus dan menjadi kebohongan besar yang tidak ada habisnya. Itulah mengapa sekali seseorang melakukan kebohongan akan terlibat dalam lingkaran setan yang membuat orang tersebut terus melakukan kebohongan lainnya lagi. Sikap dusta seperti ini nantinya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Orang yang senang berbohong atau berdusta bahkan mampu membolak-balikan fakta, yang nantinya akan berakibat pada sifat buruk lainnya yaitu fitnah. 2. Ciri Orang Munafik Yang Ingkar Janji Sifat munafik lainnya yang juga dibenci Allah yaitu ingkar janji. Orang yang sering ingkar berarti orang tersebut tidak dapat dipegang ucapannya. Hal ini menjadikan orang lain sulit menaruh kepercayaan terhadap orang yang tidak pernah menepati janjinya. Selain itu mengingkari janji juga akan berakibat merugikan orang lain. Janji adalah sumpah yang wajib hukumnya untuk ditepati. Apabila seseorang telah berjanji namun tidak menepatinya maka orang tersebut termasuk kedalam golongan orang-orang munafik. Sebagai contoh jika seorang telah berjanji untuk tidak membocorkan suatu rahasia yang mana adalah rahasia buruk, namun rupanya orang yang berjanji itu justru menceritakannya pada orang lain. Itu tandanya orang tersebut telah mengingkari janjinya. Maka dia berdosa karena tidak menepati janji dan juga berdosa karena telah menyebarkan aib buruk seseorang yang akhirnya akan menyakiti orang yang bersangkutan. Melihat dari situasi ini dapat dikatakan bahwa sebuah perilaku buruk akan berakibat buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Sebaiknya bagi seseorang yang tidak yakin dapat menepati janjinya, tidak perlu membuat janji itu sendiri. Sebab, janji ini adalah sumpah yang wajib hukumnya untuk ditaati. Baik janji kita terhadap sesama manusia maupun janji kita kepada Allah SWT. Dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 91 menjelaskan bahwa kita wajib menepati janji yang sudah diucapkan, sebab kita menjadikan Allah saksi atas segala janji dan sumpah kita. Sejatinya Allah mengetahui apa yang sudah kita perbuat. Melanggar janji sama juga dengan berbohong kepada Allah, maka besar dosa yang akan didapatkan jika tidak mentaatinya. Inilah alasan mengapa beberapa pekerjaan yang memiliki tanggung jawab besar seperti penegak hukum, DPR, MPR, Presiden bahkan aparat pun diwajibkan bersumpah atas nama Allah agar tetap amanat dalam melakukan pekerjaannya. 3. Berkhianat Berkhianat adalah sifat tercela lainnya yang masuk kedalam golongan orang-orang munafik. Orang yang berkhianat ini adalah orang yang melanggar atau menghancurkan kepercayaan yang sudah diberikan padanya. Orang yang senang berkhianat seperti ini jika diberikan tanggung jawab dan amanat justru akan melakukan hal yang sebaliknya. Sebagai contoh dalam hubungan sesama manusia seperti sepasang kekasih maupun suami istri. Jika dalam sebuah hubungan pasangan sebelumnya telah berjanji dan sanggup untuk saling mencintai. Namun kemudian suatu ketika salah satu dari pasangan tersebut diam-diam menyukai orang lain sehingga dia selingkuh. Maka orang tersebut berkhianat terhadap pasangannya. Karena melepaskan tanggung jawab dan mengingkari janji yang telah dibuat. Serta menyakiti hati yang berkhianat seperti contoh di atas akan sangat merugikan orang lain. Selain karena menyakiti perasaan sang pasangan dia juga berdosa karena telah memberikan harapan terhadap pasangannya namun diingkari. Sebagai sesama umat manusia apapun jenis sifatnya selama itu merugikan orang lain dan lingkungan maka itu adalah perilaku tidak terpuji dan berdosa. Dalam mempelajari hadits-hadits lainnya, buku Ensilopedia Hadits disusun untuk Grameds yang di dalamnya berisi kumpulan hadits yang dinukilkan dari kitab hadits karya iman-iman terkemuka. Ciri- ciri Orang Munfaik 1. Ciri Orang Munafik Yang Manipulatif Orang yang manipulatif adalah orang yang penuh tipu daya. Sifat ini sejatinya sangat merugikan orang lain. Orang yang manipulatif cenderung tampak baik di permukaan namun sesungguhnya sangat busuk di dalam. Sifat manipulatif ini adalah sifat yang paling sering digambarkan setan karena sering memutar balikan kenyataan demi mendapatkan apa yang diinginkan. Bagi seseorang yang manipulatif dapat melakukan keburukannya secara sadar. Dia bisa mati-matian membentuk image yang baik agar tidak dicurigai orang lain. Padahal sebenarnya ia memiliki tujuan tersendiri untuk menghasut seseorang maupun membuat orang lain tampak lebih buruk darinya. Sebagai contoh seorang yang manipulatif misalnya melakukan suatu tindakan bullying kemudian masalah tersebut menjadi kasus besar dan menjadi sorotan orang banyak. Seorang yang penuh tipu daya dapat mengubah kenyataan hanya dengan argumen-argumen nya seolah itu bukanlah tindak bullying. Melainkan, tindakan pembelaan diri karena orang yang dia serang memulai permasalahan terlebih dahulu. Dari contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa orang seperti ini akan melakukan segala cara agar dia selamat. Meskipun hal tersebut merugikan pihak lainnya. Dalam islam perilaku ini sangat tidak dibenarkan, karena selain merugikan dia juga memfitnah orang yang tidak bersalah. Seorang yang manipulatif dalam kondisi yang serius juga tidak hanya mampu membohongi orang lain tetapi juga mampu membohongi diri sendiri untuk mencari pembenaran atas perbuatannya. Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 8-10 juga dijelaskan tentang sifat yang penuh tipu daya ini. Surat tersebut menjelaskan bahwa manusia ada yang berkata akan beriman kepada Allah dan hari akhir, namun sesungguhnya manusia tersebut bukanlah orang-orang yang beriman. Manusia ini hanyalah menipu diri sendiri dalam hati mereka karena Allah sudah tahu yang sebenarnya. Sehingga orang-orang ini akan mendapatkan balasan yang pedih karena telah berdusta. 2. Ciri Orang Munafik Yang Bermuka Dua Orang yang bermuka dua ini sama artinya dengan orang yang pendiriannya tidak tetap. Maka orang semacam ini akan selalu mengubah perkataannya. Hampir mirip dengan orang yang gemar berkhianat karena perkataannya tidak dapat dipegang. Seseorang yang bermuka dua juga tergolong kedalam sifat munafik karena merugikan orang lain. Membuat orang lain tidak dapat menaruh kepercayaan karena perkataannya selalu berubah. Seorang yang senang bermuka dua juga seringkali tampak seperti memiliki banyak kepribadian, sebab dia akan merubah sifat serta perkataan tiap bertemu orang yang berbeda demi menciptakan image baik dirinya. Sebagai contoh seorang bendahara desa sedang sakit sehingga tidak bisa datang ke balai. Menanggapi hal tersebut seorang warga bernama Aโ€™ mengatakan agar bendahara istirahat saja. Setibanya di balai Pak Lurah menanyakan keberadaan sang bendahara, namun si Aโ€™ menjawab bahwa si bendara ini malas datang ke balai. Hal ini kemudian menyebabkan banyak gunjingan yang dituduhkan kepada sang bendahara. Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa warga Aโ€™ ini adalah orang yang munafik karena pura-pura tidak tahu dan mencetuskan kalau sang bendahara malas. Padahal jelas-jelas dia tahu bahwa si bendahara sedang sakit. Di dalam ajaran Al-Quran menuliskan sifat seorang yang bermuka dua yakni jika mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, dan mereka berkata bahwa mereka telah beriman. Namun apabila mereka bertemu dengan setan-setan mereka pun mengatakan bahwa mereka berbohong perkataan yang sebelumnya hanyalah bercanda. 3. Riyaโ€™ Riyaโ€™ sama artinya dengan sombong dalam konteks ibadah. Seseorang yang beribadah karena pamrih ingin dipuji, ingin dilihat sebagai seorang yang baik, merasa tinggi hati karena telah melakukan suatu kebaikan adalah orang yang Riyaโ€™. Orang yang riyaโ€™ cenderung melakukan hal baik hanya didepan orang lain saja, karena tujuannya adalah ingin dipuji. Salah satu contoh kasus seorang yang riyaโ€™ misalnya seorang tokoh masyarakat yang terkenal dan kaya telah usai menjalankan ibadah naik haji. Beliau pun menceritakan kehebatannya selama beribadah haji kepada tetangga-tengga dengan harapan mendapatkan pujian dari banyak orang. Riyaโ€™ adalah salah satu sikap munafik karena dia beribadah bukan karena Allah melainkan atas dasar ingin dipuji dan gila hormat. Dia menunjukkan sikap sombong atas pencapaiannya. Sifat tersebut sama dengan sifat setan yang juga sombong kepada Allah padahal Allah yang telah menciptakannya. Sikap riyaโ€™ dijelaskan oleh Allah dalam Al-Quran surat An-Nisaโ€™ ayat 142 yang mengatakan bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang yang ingin menipu Allah, padahal sebenarnya Allah yang menipu mereka. Apabila shalat hanya dilakukan setengah hati karena untuk sekedar pujian dari sesama manusia dan bukan karena Allah. 3. Dengki Iri dan dengki juga termasuk penyakit hati lainnya yang terkadang mampir di hati orang-orang munafik. Orang dengan hati yang penuh dengan kedengkian maka hidupnya tidak akan pernah puas. Sebab, dia hanya sibuk melihat pencapaian orang untuk dicaci maki sedangkan dia sendiri lupa bahwa dirinya jauh dari kata sempurna. Orang-orang munafik juga memiliki kedengkian selayaknya setan. Mereka adalah orang-orang yang bahagia diatas penderitaan orang lain. Mereka akan senang melihat hidup orang lain menjadi lebih susah, sebaliknya mereka tidak akan senang melihat orang lain hidup bahagia. Seperti yang dijelaskan dalam Surat Al-Imran ayat 120 yang berkata bahwa kamu memperoleh kebaikan maka orang-orang munafik akan bersedih. Namun jika kamu mendapatkan musibah maka orang munafik akan bergembira. Jika kamu bersabar dan taqwa maka tipu daya mereka tidak akan berpengaruh padamu. 4. Membuat kerusakan Bumi Merusak bumi atau menyebabkan kerusakan lingkungan adalah perbuatan tercela yang sering dilakukan oleh orang-orang munafik. Melakukan sesuatu yang buruk yang berimbas pada kerusakan dan pencemaran lingkungan akan merugikan banyak orang yang berada di lingkungan tersebut. Beberapa contoh sederhana yang dapat merusak lingkungan yaitu dengan membuang sampah sembarangan, menebang hutan secara liar, menyebabkan limbah dan masih banyak perilaku ilegal lainnya yang mencemari lingkungan. Tidak hanya secara ekosistem saja namun imbasnya ke orang lain pun tentu ada. 5. Bangga Terhadap Dosanya Sendiri Perilaku munafik lainnya yaitu seseorang yang dengan bangga melakukan dosa. Dalam agama Islam membanggakan diri atau menyombongkan diri dalam bentuk hal baik pun tidak diperbolehkan. Apalagi jika seseorang yang justru bangga akan dosa yang telah dia perbuat. Orang seperti ini adalah orang yang disukai setan dan dibenci Allah dan sesama manusia. Ketika seseorang melakukan dosa seperti berbohong, ingkar, berkhianat, mencuri dan keburukan lainnya namun ia dengan sadar dan bangga menceritakan perbuatannya pada orang lain seolah-olah itu adalah prestasi maka ia adalah orang yang sangat berdosa. Perilaku-perilaku menyimpang tersebut dilarang secara agama dan secara kemanusiaan pun tidak layak untuk dimiliki bahkan dilestarikan dalam diri kita. Sebaiknya kita menjauhi perilaku munafik dan perilaku buruk lainnya agar terhindar dari dosa dan tidak merugikan diri sendiri serta orang lain. Karena sebaik-baiknya manusia akan membawa rezeki, keberuntungan dan ketenangan hati. Sedangkan seburuk-buruknya manusia hanya akan berakibat lebih buruk bagi diri sendiri. Nah, itulah penjelasan tentang ciri orang munafik yang perlu kamu ketahui agar terhindar dari sikap tercela tersebut. Selain itu juga bisa menghindari orang-orang yang memiliki ciri- ciri orang munafik di sekitar kamu. Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai ciri orang munafik atau akhlak dan sikap terpuji yang lain dan dapat dijadikan panutan kamu dapat membaca referensinya dibuku di berikut ini Rekomendasi Buku terkait โ€œCiri- ciri orang munafikโ€ 1. Menjadi Muslimah yang Disukai Banyak Orang 2. Mau Menjadi Lebih Baik 3. Adab Di Atas Ilmu Baca juga artikel lain yang terkait โ€œCiri-ciri orang munafikโ€ Tata Cara Berwudhu Pengertian Al-Quran dan Hadits Pengertian Akhlak Sifat-sifat Mulia Perilaku Jujur dalam Islam Pengertian Zakat Rukun Haji Pengertian Iman Kepada Malaikat Pengertian Aurat Daftar 99 Asmaul Husna Zakat Fitrah dan Zakat Mal ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien ๏ปฟ- Tanda-tanda orang munafik wajib untuk dimengerti agar kita dapat terhindar dari salah satu sifat buruk yang dibenci oleh Allah SWT. Berikut ini adalah 5 tanda orang munafik menurut Islam yang dapat kamu pahami. Sifat munafik merupakan sifat seseorang yang menampakkan sesuatu di depan orang banyak yang tidak sama atau sejalan dengan kebenaran. Orang munafik akan hidup dalam kepura-puraan semata untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Sifat ini sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 145 yang menyatakan bahwa orang munafik akan mendapatkan tempat di neraka paling bawah. Allah SWT berfirman โ€œInnal-munfiqna fid-darkil-asfali minan-nr, wa lan tajida lahum narโ€ Baca Juga Jawaban Menohok Cinta Laura Jika Ditawari Masuk PolitikTidak Ingin Munafik Artinya "Sungguh, orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka." QS. An-Nisa 145 Sementara itu, Rasulullah SAW juga pernah bersabda mengenai ciri-ciri atau tanda-tanda seseorang yang munafik. Dari Abdullah bin Amr RA, โ€œRasulullah SAW bersabda โ€œBarangsiapa tertanam dalam dirinya empat hal, maka ia benar-benar seorang munafik sejati, dan barangsiapa dalam dirinya terdapat salah satu dari empat hal, maka dalam dirinya tertanam satu kemunafikan sehingga ia meninggalkannya, yaitu 1 Apabila berbicara ia berdusta 2 Apabila membuat kesepakatan ia mengkhianati 3 Apabila berjanji ia mengingkari 4 Apabila berdebat ia tidak jujur.โ€ Dalam hadits Sufyan disebutkan, โ€œBarangsiapa dalam dirinya terdapat salah satu dari empat hal ini maka di dalam dirinya terdapat salah satu ciri kemunafikanโ€. HR. Muslim Agar dapat lebih memahami tanda-tanda orang munafik dalam Islam, simak ulasannya berikut ini. 1. Berdusta Baca Juga 8 Tanda Batinmu Lelah, Coba Dicek? Ilustrasi berbohong. menjadi salah satu sikap munafik yang dilarang dalam Islam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda โ€œTanda orang munafik itu ada tiga, apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji ingkar, dan jika dipercaya mengkhianati.โ€ HR Bukhari 2. Ingkar Seseorang yang suka ingkar janji merupakan salah satu ciri-ciri orang yang munafik. Nyatanya janji adalah hal yang hukumnya wajib untuk ditepati. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat An-Nahl ayat 91 tentang larangan untuk ingkar janji yang berbunyi โ€œDan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah mu itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu terhadap sumpah-sumpahmu itu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.โ€ QS. An-Nahl 91 3. Riyaโ€™ Riyaโ€™ menjadi tanda-tanda orang munafik. Riyaโ€™ merupakan sifat merasa ingin dipuji dihadapan orang lain. Riyaโ€™ telah dijelaskan dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 142 yang berbunyi sebagai berikut. "Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allahlah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya ingin dipuji di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." QS. An-Nisa 142 4. Mempercepat Ibadah Ilustrasi salat. PixabaySifat munafik seseorang dapat diperhatikan cara melaksanakan sholat. Orang munafik akan terlihat melakukan sholat dengan cepat dan tidak khusyuk. Menanggapi ini, Rasulullah SAW bersabda, โ€œItulah salat orang munafik. Itulah salat orang munafik. Itulah salat orang munafik. Yaitu dia menunggu matahari sampai hampir terbenam kemudian dia berdiri untuk sholat asar, lalu mempercepat tanpa ada rasa khusyuk sedikitpun empat rakaat, tanpa mengingat Allah di dalamnya kecuali sedikit sekali.โ€. HR Muslim 5. Dengki Dengki adalah salah satu sifat munafik yang perlu untuk diwaspadai. Sifat dengki telah tercantum dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 120 yang berbunyi โ€œJika kamu memerolah kebaikan, niscaya mereka bersedih hati. Tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikitpun. Sungguh Allah Maha meliputi segala apa yang mereka kerjakan.โ€ QS. Ali Imran 120 Demikian adalah tanda-tanda seseorang munafik dalam Islam sebagaimana yang telah tercantum dalam Al-Quran dan hadist. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan serta dapat dijauhkan dari sifat munafik dalam kehidupan kita. Kontributor Muhammad Zuhdi Hidayat Ini cuma buat bahan renungan aja sih. Gak usah dimasukin ke hati. Apalagi ke otak. Kalo nonton TV, terus ngikutin seminar. Di sekitar kita, banyak orang yang pandai bicara. Kadang kita salut pada apa yang dibicarakannya. Apalagi ditambah retorika, gaya ngomongnya. Woww luar biasa, makin salut lagi. Ya, itulah yang disebut โ€œpandai bicaraโ€. Pandai bicara sama artinya dengan jago ngomong. Kita cuma khawatir lagi, kalo orang yang pandai bicara ternyata tidak pandai berbuat. Ngomong dimana-mana, di muka umum, bilang โ€œharusnya giniโ€, โ€œsemestinya iniโ€. Padahal, dia sendiri gak pernah melakukannya? Terus, siapa yang bisa buktikan โ€œyang diomonginโ€ sama persis dengan โ€œyang diperbuatโ€? Lihat saja, di negeri ini. Berapa banyak masalah yang terlalu mudah diperdebatkan. Didiskusikan di depan publik. Disorot media. Dipakein mic, tiap ditanya dijawab. Hebat, pandai bicara banget. Seakan, semuanya beres dengan dibicarakan, diomongin. Ketika seseorang mau atau dinyatakan tersangka, masih aja nyari 2 alat bukti. Sungguh, negeri ini sudah terjebak pada retorika belaka. Lalu, akal sehat dan hati nurani diabaikan. Parahnya lagi, agama juga dianggap angin lalu. Kalo sudah nyata benar atau salahnya, pakai dong ukuran moral, ukuran hati nurani. Gak usah berdebat, gak usah pandai bicara. Seolah yang salah bisa jadi benar atau sebaliknya. Belajar dimana sih pada? Pandai bicara lagi. Negeri ini, kita jangan-jangan sudah terperangkap pada kebiasaan berdebat. Sudah jelas salah masih didiskusikan. Nontonin orang-orang yang hanya pandai bicara. Lalu, kita berteriak ini benar dan itu salah. Saya benar kamu salah. Setelah itu apa? Kita biarkan berlalu, tanpa perbuatan. Kalo salah ya tangkap, kalo benar ya bebaskan. Gitu aja kok orang miskin salah, langsung disidang dan mendekap di tahanan. Sementara orang kaya masih dicari dalilnya, belum ada alat bukti. Kita ini terlalu banyak bicara. Kita ngomong takut melanggar HAM. Tapi berani menghukum orang kecil yang gak jelas kalo masih ada anak-anak di kampung yang gak mau sekolah karena orang tuanya gak punya uang, melanggar HAM gak? Lihat tuh, banyak Puskesmas udah dibangun kemarin, sekarang berhenti dan gak selesai-selesai. Apa itu tidak melanggar HAM? Ngomong aja pada. Kita bela rame-rame kedaulatan negeri ini saat dilecehkkan bangsa lain. Tapi kita sendiri melemahkannya. Kita selalu berikrar dengan sombongnya, SATU bangsa, satu bahasa, satu tanah air. Tapi kita juga senang tercerai-berai gara-gara beda pendapat, beda idole pemimpin. Lagi-lagi, pandai bicara โ€ฆ. Pandai bicara itu bagus, jika diikuti dengan perbuatan. Apa yang diomong harus sama dengan yang diperbuat. Jangan jadi orang yang pandai bicara, tapi sedikit mendengar. Bicara menunjukkan kesalahan orang lain, tapi gak bisa menyadari kesalahan diri sendiri. Salah dan benar, akhirnya cuma retorika. Ilmu dari mana kayak gitu ? Pandai bicara. Mahir dalam menangkis pertanyaan. Memang itu anugerah yang patut disyukuri. Tapi bukan jaminan adanya kebaikan, kebenaran, bahkan kejujuran. Seperti kata hadits, "Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku tiada adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah." Mari kita renungkan. Saya juga ngeri, jangan-jangan tulisan ini juga cuma pandai bicara. Merasa sok jago bertutur kata. Tapi setidaknya, saya sudah mengingatkan diri saya sendiri. Alias sadar. Minimal sudah berbuat dengan menuliskannya. Agar tidak hanya pandai bicara. Karena, banyak orang yang hanya pandai bicara. Tapi prakteknya NOL BESAR. BelajarDariOrangGoblok โ€œ โ€œArtikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.โ€ โ€ * Ilustrasi orang munafik. Foto U-Report Argumentasinya bernas, lengkap dengan kutipan dari literatur, mengutip perkataan ulama, alur penyampaiannya teratur dan logikanya terstruktur. Namun sayang semua itu dia gunakan untuk mendukung kemaksiatan dan kesesatan. Di zaman ini potret di atas sering kita dapati pada beberapa orang yang biasa disebut cendekiawan muslim. Ada yang membela LGBT, ada yang menentang syariat Allah, dan ada pula yang menistakan syariat Allah. Potret-potret semacam itu mengingatkan kita tentang sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam perihal para munafik aliimul liisan. Munafik yang pandai bersilat lidah. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam sangat mengkhawatirkan keberadaan orang-orang munafik ini, para pembual yang pandai mengolah kata dan pandai berbicara. Beliau bersabda ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู’ูˆูŽููŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ูƒูู„ู‘ู ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุนูŽู„ููŠู…ู ุงู„ู„ู‘ูุณูŽุงู†ู โ€œSesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti menimpa umatku, adalah setiap munafik yang pandai bicara bersilat lidah.โ€ HR. Ahmad no. 143 Senada dengan itu, suatu ketika Umar bin al-Khattab radhiyallahu anhu naik mimbar kemudian berpidato ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู’ูˆูŽููŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู ุŒ ู‚ููŠู„ูŽ ูˆูŽูƒูŽูŠู’ููŽ ูŠูŽูƒููˆู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุนูŽู„ููŠู…ูŒ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽุงู„ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูุณูŽุงู†ูุŒ ุฌูŽุงู‡ูู„ู ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู โ€œSesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadap umat ini adalah orang pintar yang munafik. Para sahabat bertanya Bagaimana bisa seseorang itu menjadi munafik yang pintar? Umar radhiyallahu anhu menjawab โ€œYaitu orang yang pandai berbicara bak seorang alim, tapi hati dan perilakunya jahilโ€. Ihya Ulumuddin, hlm. 1/59 Adapun maksud dari Alimul Lisan pandai bicara adalah mereka mempergunakan kepandaian agamanya mempengaruhi manusia, menggunakan dalil-dalil tapi tidak mengamalkannya, banyak berkata-kata sesuai pesanan yang membayarnya dan memperindah perkataannya untuk menarik masa sebanyak-banyaknya. Al-Imam Muhammad Al-Munawi rahimahullah menjelaskannya untuk menerangkan hadist di atas ุนู„ูŠู… ุงู„ู„ุณุงู† ุฃูŠ ุนุงู„ู… ู„ู„ุนู„ู… ู…ู†ุทู„ู‚ ุงู„ู„ุณุงู† ุจู‡ุŒ ู„ูƒู†ู‡ ุฌุงู‡ู„ ุงู„ู‚ู„ุจ ูุงุณุฏ ุงู„ุนู‚ูŠุฏุฉุŒ ูŠุบุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุจุดู‚ุดู‚ุฉ ู„ุณุงู†ู‡ุŒ ููŠู‚ุน ุจุณุจุจ ุชุจุงุนู‡ ุฎู„ู‚ ูƒุซูŠุฑ ููŠ ุงู„ุฒู„ู„ โ€œYang dimaksud dengan โ€œโ€™alim lisannyaโ€ yaitu dia alim terhadap ilmu dan lisannya lugas menyampaikan ilmu, akan tetapi jahil bodoh hatinya lagi rusak akidahnya, dia menipu manusia dengan kefasihan lidahnya, sehingga banyak orang tersesat karena mengikutinya.โ€ Faidhul Qadir, 1/221 Contoh Munafik Aliimul Lisan disebutkan oleh Al-Munawi di dalam Faidhul Qadir adalah Dzul Khuwaishirah at-Tamim an-Najdi. Dia adalah orang yang menampakkan kesholehan di hadapan orang banyak, terlihat tanda-tanda atau bekas ibadah sunnahnya namun berakhlak buruk, seperti suka mencela, merasa paling benar, buruk sangka kepada kaum muslim dan keras kepada kaum muslim namun lemah lembut kepada orang kafir. Orang seperti ini sangat hina, mereka berbusana Islam tapi bertujuan untuk menyobek-nyobek busana tersebut, merusak citra Islam. Kisah Dzul Khuwaisirah ini diceritakan dalam riwayat al-Bukhari dalam Shahih-nya ุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽู‚ู’ุณูู…ูุŒ ุฌูŽุงุกูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ู ุฐููŠ ุงู„ู’ุฎููˆูŽูŠู’ุตูุฑูŽุฉู ุงู„ุชูŽู‘ู…ููŠู…ููŠูู‘ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ุงุนู’ุฏูู„ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽูŠู’ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ุฏูู„ู ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุนู’ุฏูู„ู’ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูู…ูŽุฑู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ุฏูŽุนู’ู†ููŠ ุฃูŽุถู’ุฑูุจู’ ุนูู†ูู‚ูŽู‡ู Ketika Nabi shallallaahu alaihi wa sallam sedang membagi harta rampasan, tiba-tiba Abdullah bin Dzil-Khuwaishirah At-Tamiimiy datang, lalu berkata โ€œBerbuat adillah wahai Muhammad !โ€. Beliau shallallaahu alaihi wa sallam bersabda โ€œCelaka engkau. Siapakah yang akan berbuat adil jika aku tak berbuat adil ?โ€. Mendengar itu Umar bin Al-Khaththaab berkata โ€œIjinkanlah aku untuk memenggal lehernya !โ€. HR. Al-Bukhari no. 6933 Kisah tersebut menceritakan bahwa Dzul Khuwaishirah meminta Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam untuk berbuat adil. Dia menggunakan kata adil, bukan untuk menuntut keadilan, namun dia meggunakan kata tersebut untuk menyerang pribadi Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, tujuannya agar para sahabat menganggap beliau membagi ghanimah secara tidak adil. Pola seperti ini juga yang dilakukan hari ini, mereka mengesankan dirinya membela kebenaran dengan berbagai argumentasi yang seolah-olah syarโ€™i, namun pada hakikatnya mereka sedang menyerang Islam, membela kemungkaran dan menggerogoti sendi-sendi Islam secara perlahan. Mewaspadai Munafik yang Pandai Bicara Di era keterbukaan informasi, orang munafik justru menampakan diri secara terang-terangan. Mereka menggunakan atribut-atribut keislaman, didapuk sebagai representasi ormas Islam, namun pemikiran jauh dari Islam, bahkan mendekati kekafiran. Mereka tidak hanya dari kalangan miskin ilmu, bahkan mereka intelektual dan cendekiawan Muslim, namun mereka mencampurkan yang haq dengan yang bathil, memelintir dalil-dalil, dan mengolah kata-katanya sehingga tampak benar. Orang-orang munafik ini pun mengaku dirinya yang paling Islam, padahal tidak. Tujuannya adalah menipu umat Islam. Ketika umat Islam sudah terbius dengan penampilan mereka, mereka mulai menampakan pemikiran-pemikiran aneh dan menyimpang kepada masyarakat. Jurus andalan mereka adalah kepandaian mereka dalam berbicara, berdebat dan berargumen. Kepada orang-orang munafik ini, hendaknya kita menjauhi mereka dan tidak peduli dengan apa yang mereka katakan. Sebagaimana firman Allah taโ€™ala ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฎููˆุถููˆู†ูŽ ูููŠ ุขูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ููŽุฃูŽุนู’ุฑูุถู’ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฎููˆุถููˆุง ูููŠ ุญูŽุฏููŠุซู ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ูŠูู†ู’ุณููŠูŽู†ูŽู‘ูƒูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุนูุฏู’ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑูŽู‰ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ โ€œDan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa akan larangan ini, maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat akan larangan itu.โ€ QS. Al-Anโ€™am 68 Demikianlah yang dilakukan oleh para ulama terdahulu, orang-orang munafik yang pandai bersilat lidah ini hendaknya ditinggalkan. Sebagaimana yang dilakukan Ibnu Sirin rahimahullah dalam Sunan Ad-Darimi dari Asmaโ€™ bin Ubaid ุฏุฎู„ ุฑุฌู„ุงู† ู…ู† ุฃุตุญุงุจ ุงู„ุฃู‡ูˆุงุก ุนู„ู‰ ุงุจู† ุณูŠุฑูŠู† ูู‚ุงู„ุง ูŠุง ุฃุจุง ุจูƒุฑุŒ ู†ุญุฏุซูƒ ุจุญุฏูŠุซุŸ ู‚ุงู„ ู„ุงุŒ ู‚ุงู„ุง ูู†ู‚ุฑุฃ ุนู„ูŠูƒ ุขูŠุฉ ู…ู† ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ุŸ ู‚ุงู„ ู„ุงุŒ ู„ุชู‚ูˆู…ุงู† ุนู†ูŠ ุฃูˆ ู„ุฃู‚ูˆู…ู†. ู‚ุงู„ ูุฎุฑุฌุงุŒ ูู‚ุงู„ ุจุนุถ ุงู„ู‚ูˆู… ูŠุง ุฃุจุง ุจูƒุฑุŒ ูˆู…ุง ูƒุงู† ุนู„ูŠูƒ ุฃู† ูŠู‚ุฑุข ุนู„ูŠูƒ ุขูŠุฉ ู…ู† ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ุŸ ู‚ุงู„ ุฅู†ูŠ ุฎุดูŠุช ุฃู† ูŠู‚ุฑุข ุนู„ูŠ ุขูŠุฉ ููŠุญุฑูุงู†ู‡ุง ููŠู‚ุฑ ุฐู„ูƒ ููŠ ู‚ู„ุจูƒ โ€œDua orang ahli Bidโ€™ah menemui Ibnu Sirin, kemudian berkata Wahai Abu Bakar, mau kah kamu mengecek hafalan hadist kami? Ibnu Sirin menjawab tidak. Lantas keduanya berkata โ€œKami ingin kamu mengecek pemahaman kami terhadap kitabullah? Ibnu Sirin menjawab tidak, hendaknya kalian pergi atau aku yang pergi. Maka Asmaโ€™ bin Ubaid meneruskan, mereka berdua pergi kemudian seseorang bertanya โ€œWahai Abu Bakar, mengapa kamu menolak mereka yang ingin mengecek pemahamannya tentang ayat-ayat al-Qurโ€™an kepadamu? Ibnu Sirin menjawab โ€œSaya khawatir mereka berdua akan membacakan beberapa ayat di hadapanku kemudian memelintir maknanya, dan kesesatan yang mereka sampaikan membekas di hatimu.โ€ Sunan ad-Darimi no. 400 Keberadaan orang munafik sangat membahayakan, potensinya akan membawa umat kepada penyimpangan dan hancurnya Islam dari dalam. Dalam kehidupan, mereka tampak seperti saudara namun dalam pemikirannya mereka memusuhi Islam dan mengkhianati Islam. Apapun yang mereka ucapkan tidak lain karena motivasi duniawi atau pesanan dari pemilik kekuasaan. wallahu alam bish showab. Red

orang munafik yang pandai bicara