Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha. Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.โ€ (QS. At-Tahrim ayat 8). Baca Juga: 4 Bacaan Doa Taubat Beserta Artinya Sesuai Ajaran Rasulullah SAW CaraTaubat Nasuha. Ada langkah-langkah yang bisa dilakukan bagi siapapun yang ingin bertaubat nasuha, yakni melakukan sholat, memperbanyak dzikir, berdoa kepada Allah, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Nabi Muhammad SAW bersabda dalamsebuah hadist: ADVERTISEMENT. "Setiap orang yang berbuat dosa, lalu ia bergegas melakukan Yangdimaksud dengan taubat nashuha adalah taubatnya seorang yang mengerjakan perbuatan buruk, dan ia tak melakukan dosa itu lagi selama-lamanya. Semoga kisah ini dapat membuka setiap mata hati yang tertutup gelap, sehingga bisa terang dan kembali dijalan Allah yang lurus amin. Wallahu Aโ€™lamu bishowab. Orangyang pertama melepaskan anak panahnya setelah membaca Alquran surah al-Hadid ayat 16. Kisah Taubat Wanita Cantik Penggoda Ulama. Ia pun kini telah berubah total. Taubat nasuha yang dilakukannya telah membuatnya kembali ke jalan cahaya. Sejak saat itu, ia mencurahkan seluruh waktu hidupnya untuk belajar dan ibadah. TAUBATNASUHA โ€“ Setiap insan manusia pasti memiliki dosa Karena manusia tempat salah dan dosa itu membuat menjadikan orang gelisah, cemas dan tidak tenang dalam menjalani hidup.Hal ini mengakibatkan terganggunya jiwa seseorang. Namun apabila ia langsung mengambil jalan taubat maka itu sebuah kesempatan yang tidak boleh ditunda untuk Niatsholat taubat nasuha. Mengucapkan niat sholat taubat nasuha dalam hati. Boleh juga dengan melafazkannya jika merasa kurang mantap. Berikut niatnya, โ€˜Ushalli sunnatat taubati rokaโ€™ataini lillahi taalaโ€™. Takbirotul Ihram. Membaca doa Istiftah/iftitah (Sunnah). Membaca surat Al Fatihah. Membaca surat dari Alquran. hT3nfb. loading...Syarat utama untuk bertaubat adalah menyadari dan menyesali dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Foto ilustrasi/ist Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, baik dosa kepada sang Khaliq Allah Maha Pencipta maupun dosa kepada makhluk-Nya. Setiap anggota tubuh manusia pernah melakukan kesalahan dan dosa . Mata sering melihat yang haram, lidah sering bicara yang tidak benar, berdusta, melaknat, sumpah palsu, menuduh, membicarakan aib sesama muslim ghibah, mencela, mengejek, menghina, mengadu-domba, memfitnah, dan lain-lain. Dosa dan kesalahan akan berakibat keburukan dan kehinaan bagi pelakunya, baik di dunia maupun di itu, setiap muslim dan muslimah tidak boleh lepas dari istighfar minta ampun kepada Allah dan selalu bertaubat kepada-Nya, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Setiap hari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam memohon ampun kepada Allah sebanyak seratus kali. Bahkan dalam suatu hadis disebutkan, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam meminta ampun kepada Allah seratus kali dalam satu majelisnya. ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู†ูŽุนูุฏู‘ู ู„ูุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุงู„ู’ูˆูŽุงุญูุฏู ู…ูุงุฆูŽุฉูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉูุŒ ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ู„ููŠ ูˆูŽุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูŽูˆู‘ูŽุงุจู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู. โ€œDari Ibnu Umar, ia berkata,โ€Kami pernah menghitung di satu majelis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bahwa seratus kali beliau mengucapkan, Ya Rabb-ku, ampunilah aku dan aku bertaubat kepadaMu, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Penyayangโ€™.โ€Sunah Nasa'iBertaubat juga salah satu perintah Allah Ta'ala untuk hamba-Nya. Taubat ini adalah jalan yang ditunjukkan oleh Allah Taโ€™ala sebagai sarana agar para hamba-Nya memperbaiki diri atas dosa, maksiat, dan kesalahan yang telah mereka perbuat. Baca juga Istiqamah, Jangan Pernah Lelah Menjaga Ketaatan Allah Taโ€™ala berfirman,ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุชููˆุจููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉู‹ ู†ูŽุตููˆุญู‹ุงโ€œHai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuhaa taubat yang semurni-murninya.โ€ QS. At-Tahrim 8.Oleh karena itu, taubat merupakan ibadah yang sangat agung dan memiliki banyak keutamaan. Allah perintahkan hamba-Nya untuk taubat nasuha. Apa Maksud Taubat Nasuha?Bila dilihat secara bahasa, ู†ุตุญ na-sha-kha artinya sesuatu yang bersih atau murni tidak bercampur dengan sesuatu yang lain. Sesuatu disebut ุงู„ู†ุงุตุญ an-naashikh, jika sesuatu tersebut tidak bercampur atau tidak terkontaminasi dengan sesuatu yang lain, misalnya madu murni atau sejenisnya. Di antara turunan kata ู†ุตุญ adalah ุงู„ู†ุตูŠุญุฉan-nashiihah. Lihat Lisaanul Arab, 2/615-617.Berdasarkan makna bahasa ini, taubat disebut dengan taubat nasuha jika pelaku taubat tersebut memurnikan, ikhlas hanya semata-mata untuk Allah, dan jujur dalam taubatnya. Dia mencurahkan segala daya dan kekuatannya untuk menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat dengan taubat yang benar jujur.Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menjelaskan ayat di atas,ุฃูŽูŠู’ ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉู‹ ุตูŽุงุฏูู‚ูŽุฉู‹ ุฌูŽุงุฒูู…ูŽุฉู‹ ุชูŽู…ู’ุญููˆ ู…ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุชูŽู„ูู…ู‘ู ุดูŽุนูŽุซูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุงุฆูุจู ูˆูŽุชูŽุฌู’ู…ูŽุนูู‡ู ูˆูŽุชูŽูƒููู‘ูู‡ู ุนูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุชูŽุนูŽุงุทูŽุงู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽู†ูŽุงุกูŽุงุชู.โ€œYaitu taubat yang jujur, yang didasari atas tekad yang kuat, yang menghapus kejelekan-kejelekan di masa silam, yang menghimpun dan mengentaskan pelakunya dari kehinaanโ€ Tafsir Al-Qurโ€™anul Adzim.Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,ููŽุงู„ู†ู‘ูุตู’ุญู ูููŠ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุดููˆุฑูŽุฉู ุชูŽุฎู’ู„ููŠุตูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุบูุดู‘ู ูˆูŽู†ูŽู‚ู’ุตู ูˆูŽููŽุณูŽุงุฏูุŒ ูˆูŽุฅููŠู‚ูŽุงุนูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู ุงู„ู’ูˆูุฌููˆู‡ูโ€œAn-nush-khu dalam taubat, ibadah, dan nasihat artinya memurnikan perkara-perkara tersebut dari semua kotoran, kekurangan, dan kerusakan. Seseorang melaksanakannya dalam bentuk yang paling sempurna.โ€ Madaarijus Saalikiin.Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata, Beberapa riwayat banyak menyebutkan bahwa kumpulan dosa yang mendapatkan ampunan dari Sang Maha Pengampun adalah dosa yang telah disesali dan ditobati dengan taubatan nasuhah tobat yang sungguh-sungguh, bukan tobat yang kaleng-kaleng. Dalam kitab alโ€“Matsnawi karya Jalaludin Rumi disebutkan bahwa istilah taubatan nasuhah taubat nasuha diilhami dari kisah seorang pemuda yang bernama Nasuh. Berikut kisah masih muda Nasuh bekerja sebagai seorang pelayan di pemandian perempuan, sehingga Nasuh menyamarkan dirinya dengan pakaian perempuan agar identitas aslinya tidak terbongkar. Di pemandian tersebut, Nasuh biasa melakukan intrik yang sangat memalukan dan hina bagian ini tidak perlu diceritakan secara rinci, sebab pembaca jauh lebih pandai dalam berimajinasi terhadap para gadis yang datang ke buruk Nasuh terus belanjut dalam kurun waktu tertentu, hingga Nasuh tiba di suatu waktu yang membuka mata hatinya terhadap perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Nasuh memutuskan untuk pergi bertemu orang yang suci dan meminta didoakan agar dosa-dosanya diampuni oleh Sang Pemilik Orang Suci tidak menyebut dosa-dosa Nasuh, kecuali hanya dengan sebuah doa โ€œSemoga Pemilik Semesta menganugerahimu pertobatan atas dosa yang menyelimutimuโ€. Doa orang suci tersebut benar-benar dikabulkan oleh Sang Pemilik Semesta, sebab doa orang-orang yang disayangi oleh-Nya seperti kehendak Sang Pemilik Semesta ini sesuai dengan hadis qudsi riwayat dari Imam al-Bukhari yang berbunyi, โ€œHamba-Ku terus berusaha mendekat kepada-Ku lewat amal-amal sunnahnya hingga Aku mencintainya. Ketika Aku telah mencintainya; Aku menjadi telinganya, matanya, lidahnya, kakinya, dan tangannya. Dengan-Ku ia mendengar, memandang, berbicara, berjalan, dan memegangโ€.Sepulang dari rumah orang suci, Nasuh kembali bekerja ke pemandian sebagai orang yang tidak bermain intrik memalukan seperti sebelumnya. Beberapa saat kemudian, terdengar kabar bahwa salah satu pengunjung pemandian telah kehilangan batu permata yang harganya sangat kabar tersebut, Raja memerintahkan petugas untuk melarang semua pengunjung dan pekerja yang berada di tempat kejadian perkara TKP keluar dari area pemandian dan juga memerintahkan untuk melucuti dan menggeledah semua pengunjung dan para petugas kerajaan mulai melaksanakan tugasnya, Nasuh diliputi ketakutan dan kecemasan; sebab jika jenis kelamin dan penyamarannya terbongkar, maka hukuman mati akan menjadi hadiah yang paling mengerikan bagi Nasuh. Ketika giliran Nasuh dilucuti dan digeledah akan tiba, dalam ketakutan Nasuh berdoa kepada Sang Pemilik Semesta agar diberikan keselamatan. Nasuh berdoa hingga terjatuh pingsan dan tak sadarkan diri karena rasa takut yang menjalari seluruh Nasuh perlahan mulai sadar dan bangun, Nasuh telah kehilangan sifat alamiahnya dan berubah menjadi makhluk yang benar-benar baru. Setelah benar-benar sadar, Nasuh mengetahui bahwa permata yang hilang telah ditemukan. Petugas-petugas yang telah mencurigainya berbondong-bondong meminta maaf hari kemudian, sang putri raja mengirim utusan kepada Nasuh yang telah berubah untuk mengeramasi rambutnya. Nasuh yang telah berubah menolak tawaran itu dengan tegas, meskipun itu adalah perintah penting sekaligus hal yang diidam-idamkan oleh Nasuh sebelum berubah sejak lama. Ia takut menempatkan dirinya di jalan godaan lagi dan Tuhan tidak akan memberinya kesempatan lain menyebutkan bahwa setelah Nasuh pingsan, Nasuh berubah menjadi seorang perempuan asli yang bernama Nasuhah. Oleh sebab itu, manusia dianjurkan untuk bertobat dengan taubatan nasuhah. Artinya bertobatlah dengan tobat yang seperti tobatnya Nasuh/Nasuhah, yakni tobat yang sungguh-sungguh dan tidak akan mengulanginya lagi, meskipun ada kesempatan untuk Aโ€™lamu Bis Showab Bagaimana cara untuk melakukan taubat nasuha? Panduan ini akan membantu anda melakukan taubat nasuha secara lengkap. Dalam panduan ini, saya akan menerangkan Pengertian taubatHukum taubatSyarat-syarat taubatBacaan istighfar, zikir dan doa taubatTanda taubat diterima โ€ฆ dan sebagainya. Kaedah taubat untuk setiap jenis dosa yang utama dan biasa dilakukan juga turut dinyatakan dalam panduan ini. Semoga membantu. Mari kita mulakan.. Isi KandunganPengenalan Maksud Taubat Hukum BertaubatSyarat-Syarat TaubatCara Taubat NasuhaKaedah Taubat Dari Beberapa Dosa Utama1. Bertaubat Daripada Zina2. Adakah Wajib Mengakui Dosa Silam Kepada Suami?3. Taubat Daripada Mencuri4. Mengambil Harta Anak Yatim & Menjadikan hasil curi sebagai modal perniagaan5. Bertaubat Daripada Dosa yang Melibatkan Hak Manusia Lain6. Bertaubat Dari Mengambil Rasuah7. Bertaubat Daripada Mengumpat Orang8. Bertaubat Dari Pekerjaan Yang Haram9. Bolehkah Menghapuskan Simpanan Barang-Barang Yang Haram Dengan Menjualnya?Adakah Perlu Mengaku & Minta Dijatuhkah Hukuman?Bertaubat Untuk Satu Dosa, Tetapi Masih Tidak Bertaubat Untuk Dosa LainAda Dosa Dengan Manusia LainKeburukan Melakukan Dosa Secara BerterusanBilakah Waktu Taubat Sudah Tidak Diterima Allah?Tanda-Tanda Taubat DiterimaPenutup Yakinlah Allah Itu Maha Pengampun Pengenalan Siapa yang bertaubat kepada Allah sebelum datangnya Al-Ghargharah, maka Allah akan menerima taubatnya.โ€” Riwayat al-Hakim di dalam al-Mustadrak no 7661 dan di dalam Sahih al-Jaamik al-Saghir sahih Apakah yang dimaksudkan dengan al-Ghargharah itu? Ghargharah ialah suatu suara yang keluar daripada kerongkong di saat roh ditarik keluar daripada jasad. Ini bermaksud kita hendaklah bertaubat sebelum datangnya kiamat kecil kematian dan kiamat besar. Orang yang beriman akan menghadap Allah dalam keadaan takut dan mengharap kepadaNya. Panduan ini adalah berdasarkan sebuah risalah yang dikarang Fadhilah al-Sheikh Muhammad Saleh al-Munajjid dan diterjemahkan oleh al-Fadhil Syeikh Daud al-Tetouani. Oleh itu, manfaatkanlah kesempatan yang telah dikurniakan oleh Allah supaya kelak kita tidak memikul bebanan dosa ketika menghadapNya di hari penghisaban. Selagi roh masih belum bercerai dari halkum, selagi itulah โ€œjendelaโ€ taubat masih terbuka luas buat kita. InsyaAllah. Maksud Taubat Apakah maksud taubat? Taubat adalah bahasa Arab yang berasal daripada kata-kata โ€œTaabaโ€. Ertinya ialah kembali. Seseorang dikatakan kembali atau bertaubat apabila dia menjauhi segala perbuatan dosa. Oleh itu, taubat nasuha bolehlah diertikan sebagai Taubat yang seikhlasnya, yang mana dia menyesali dosa-dosanya yang telah dilakukan, meminta ampun kepada Allah dan berazam tidak akan mengulangi lagi dosa tersebut Menurut definisi dari Syarh Riyadh al-Solehin Min Kalami Sayyid al-Mursalin Imam Nawawi yang disyarah oleh Fadhilah Syeikh Muhammad Bin Soleh al-Utsaimeen jilid 1, 38, cetakan Dar Ibn al-Haitsam, Qaherah 2002. Kembali kepada Allah SWT dengan melepaskan seluruh hubungan hati dengan dosa, kemudian kembali mengerjakan kewajipannya kepada Allah SWT. Menurut syariat pula, taubat bermaksud meninggalkan seluruh perbuatan dosa dan menyesali semua kemaksiatan yang telah dikerjakannya kerana Allah SWT. Kemudian berusaha untuk tidak mengulanginya bila-bila dan di mana saja, walaupun dia mampu dan tahu akan kemungkinan untuk mengulanginya. Hukum Bertaubat Hukum bertaubat adalah wajib. Kita wajib bertaubat daripada segala dosa yang sudah telanjur kita kerjakan. Bukan sekadar wajib, bahkan kita wajib segera bertaubat. Sebab ada juga perkara wajib yang boleh ditangguhkan seperti mengerjakan solat, mengerjakan haji dan sebagainya. Ertinya bukanlah bererti sebaik saja masuk waktu solat kita wajib mengerjakannya, tetapi boleh ditangguhkan. Sedangkan taubat ini wajib segera dilakukan. Orang yang banyak meninggalkan solat misalnya, orang yang tidak berpuasa pada bulan Ramadan, orang yang pernah mencuri, minum arak dan sebagainya, wajib segera bertaubat. Tidak boleh dia berkata misalnya. โ€œNantilah kalau sudah tua saya bertaubat.โ€ Atau dia berkata, โ€œNantilah saya bertaubat di depan Kaabah.โ€ Ditakutkan nanti belum sempat usia tua sudah dipanggil ke hadrat Ilahi. Syarat-Syarat Taubat Di antara syarat-syarat taubat yang diperkatakan oleh para ulamaโ€™ berdasarkan hadis dan ayat-ayat al-Quran adalah Berhenti serta merta daripada dosa yang dilakukan rasa menyesal di atas perbuatan dosa yang telah dilakukan tidak akan melakukan dosa-dosa terdahulu. Tambahan Jika melibatkan hak orang lain, maka hendaklah dipulangkan semula hak orang tersebut dan meminta ampun dan maaf daripada insan tersebut. Jika salah satu daripada tiga perkara ini tidak ada maka taubatnya tidak sah. Untuk lebih jelasnya marilah kita bahas satu persatu syarat itu. Berhenti melakukan dosa maksudnya hendaklah taubat dilakukan setelah meninggalkan dosa. Orang yang selalu menipu dalam berniaga misalnya, sama ada menipu kerana mengurangkan timbangan, menjual barangan palsu dan sebagainya, maka hendaklah dia hentikan dahulu perbuatan menipu itu, kemudian barulah bertaubat. Ramai orang yang menipu dalam perniagaan berulang kali menyatakan taubat tetapi dia tidak meninggalkan perbuatannya. Misalnya setiap kali selepas selesai solat dia mengucapkan istighfar berulang kali kemudian berkata dalam bahasanya sendiri โ€œYa Allah, ampunkanlah dosakuโ€œ. Jelas sekali taubat seperti itu tidak sah. Begitu jugalah dosa-dosa lain yang terdiri daripada berzina, meminum arak, mencuri, berjudi, memakan riba dan sebagainya. Mesti ditinggalkan dahulu perbuatan dosa itu kemudian barulah bertaubat. Bahkan tidak cukup dengan meninggalkan satu jenis dosa saja. Misalnya dia tinggalkan dosa menipu dalam perniagaan dan dia teruskan dosa-dosa lain seperti yang disebutkan di atas. Menyesal telah melakukan dosa maksudnya hendaklah timbul rasa penyesalan dalam hatinya. Ada juga dosa yang menjadi kebanggaan bagi sesetengah orang, misalnya dosa minum arak dan berzina. Ada orang yang berzina semasa mudanya berkata dalam hatinya setelah dia berkahwin atau setelah tua โ€œNasib baiklah aku puaskan semasa mudakuโ€. Terkadang orang yang berfikir seperti itu mengaku dia sudah bertaubat. Katanya dia sudah bertaubat tetapi hatinya mengatakan begitu dan bukan menyesal. Kalau tidak timbul rasa penyesalan bererti taubatnya tidak sah. Terkadang dia menceritakan pula kepada orang lain. Kalau dia cerita kepada orang lain bukan hanya dosa lama tidak terampun, bahkan timbul pula dosa baru. Dia mendapat dosa jika menceritakannya kepada orang lain. Berazam tidak melakukannya lagi untuk selamanya maksudnya hendaklah diputuskan dalam hati tidak akan mengulanginya lagi. Kalau hatinya masih separuh separuh, tidak sah taubatnya. Misalnya dia berkata, โ€œYa Allah, ampunkanlah dosaku berzina ituโ€. Tetapi hatinya masih ingin melakukannya. Taubat seperti ini tidak sah. Ini sama juga dengan yang sebelumnya, iaitu berazam untuk tidak kembali melakukan semua jenis dosa. Tidak boleh berazam untuk tidak mengulangi menipu pelanggan tetapi masih ingin main perempuan. Apakah taubat seseorang itu sah atau tidak, apakah termasuk taubat nasuha atau taubat pura-pura, hanya Allah SWT yang dapat menentukannya. Allah SWT tidak dapat ditipu kerana Dia tahu apa yang ada dalam hati manusia. Apakah seseorang itu betul menyesal atau tidak, apakah dia betul berazam tidak akan melakukannya lagi, hanya orang yang bertaubat itu yang tahu. Dan yang pasti Allah SWT pun tahu. Biasanya kalau seseorang itu betul betul menyesal, akan timbul kesannya kepada orang yang bertaubat. Orang yang betul menyesal sudah pasti disusuli dengan linangan air mata. Orang yang menyesal biasanya akan berubah sikapnya. Orang yang menyesal akan berubah tutur katanya, cara berpakaiannya, amalannya, pergaulannya dan sebagainya. Bagaimana cara melakukan Taubat Nasuha? Sudah dikira taubat nasuha jika kita mengikuti tiga syarat taubat iaitu kita menyesal, berhenti serta merta dari perbuatan dosa itu dan berazam tidak melakukannya lagi. Namun sebaik-baiknya, rasa menyesal itu lebih elok diikuti dengan memperbanyakkan lafaz istighfar dan melakukan solat sunat taubat. RUJUKAN BERKAITAN Niat & Cara Melakukan Solat Taubat Bagaimana tatacara melakukan solat sunat taubat? Panduan ini akan menerangkan secara langkah-demi-langkah tatacara mengerjakan solat sunat taubat, bacaan istighfar dan doa taubat dengan bantuan transliterasi rumi Ibnu Umar dan Ubai bin Kaab berkata Taubat Nasuha itu ialah, bahawa seseorang bertaubat daripada dosa-dosa kemudian tidak kembali kepadanya lagi seperti tidak mungkin kembalinya susu ke payudara binatang.โ€ Sedangkan Hasan Basri berkata Taubat Nasuha jalah hendaklah seseorang menyesal atas apa dosa yang pernah dikerjakannya pada masa lampau serta diiringi dengan sikap tidak kembali kepadanya.โ€ Pendapat lain mengatakan bahawa di antara tanda-tanda taubat nasuha itu ialah 1. Taubat meliputi segala dosa, sehingga tidak ada satu pun dosa yang tertinggal dan menghilangkan pengaruh nya terhadap jiwa, sebagaimana sinar matahari menghapuskan kegelapan malam. Sesungguhnya orang yang bertaubat dari suatu dosa dan tetap mengerjakan maksiat yang lain, maka taubatnya belum sempurna. 2. Bertekad akan bertaubat hingga akhir hayatnya, untuk mengakhiri dosa-dosa. Berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang telah lalu sebagaimana susu tidak akan kembali ke sumber asalnya. 3. Memulai dengan penyesalan dan mengakhiri dengan perbuatan amal soleh dan ketaatan, membersihkan hatinya dari pengaruh maksiat dan berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa buat selama-lamanya. 4. Menjauhi seluruh perbuatan dosa. Taubat tidak bererti apa-apa jika disertai dengan perbuatan dosa. Allah SWT tidak akan menerima perbuatan baik seseorang selama dia melakukan perbuatan maksiat tersebut. Jiwa yang terbelenggu dalam memikirkan maksiat akan mengikis habis perbuatan baik. 5. Sesungguhnya seorang hamba tidak dituntut untuk mengerjakan seluruh perbuatan baik, akan tetapi dia dituntut meninggalkan seluruh perbuatan jahat. Dengan akan mendorong dirinya melakukan kebaikan. Bagi seseorang yang bertaubat dari kemunafikan, maka tidak dibenarkan berbuat zina, bahkan dia dituntut melepaskan seluruh kejahatan dari hatinya. 6. Apabila ingin bertaubat dari seluruh dosa, maka seluruh anggota badan harus bertaubat. Taubat mata ialah memelihara pandangan daripada perkara yang haram. Taubat tangan ialah memeliharanya daripada mengambil barang-barang haram. Taubat kemaluan ialah dengan cara menjauhkannya daripada perbuatan zina dan lain-lain sebagainya. 7. Mengenang atau mengingati apa saja yang pernah dikerjakan kemudian melaksanakan kewajipan kewajipan yang telah ditinggalkan. Mengembalikan hak kepada pemiliknya, mentaati segala perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Kaedah Taubat Dari Beberapa Dosa Utama Disini disenaraikan panduan taubat nasuha daripada dosa-dosa utama yang sering berlaku. Dosa-dosa ini bukan sahaja memerlukan taubat kepada Allah, malah mengembalikan hak yang sepatutnya bila melakukan kesalahan terhadap manusia lain. 1. Bertaubat Daripada Zina Saya pernah melakukan perbuatan terkutuk dengan seorang perempuan dan sekarang sangat cara saya perlu bertaubat?Adakah saya perlu berkahwin dengan perempuan itu sebagai tanda taubat?Jika perempuan itu hamil, adakah saya wajib memberikan nafkah terhadap anak hasil perbuatan zina tersebut? Dalam kes zina, terdapat dua keadaan, iaitu Pertama Zina Secara Paksa Jika dia berzina dengan perempuan tersebut secara paksaan, maka hendaklah dia membayar kepada perempuan tersebut mahar mitsil [1] sebagai ganti rugi kemudaratan yang ditanggung. Selain itu, hendaklah dia bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubat. Jika perkara ini sampai ke pengetahuan pihak penguasa, maka perlulah dijatuhkan hukuman yang setimpal ke atasnya. Kedua Zina Suka Sama Suka Jika dia berzina dengan perempuan tersebut dengan kerelaan masing-masing, maka tiadalah apa-apa pun padanya melainkan hanyalah perlu bertaubat kepada Allah dengan sebenar-sebenar taubat. Anak tersebut tidak boleh diโ€™binโ€™ dinisbahkan kepadanya secara mutlak. Oleh itu, dinisbahkan anak itu kepada ibunya. Dia juga tidak wajib memberi nafkah kepada anak tersebut kerana anak tersebut merupakan anak zina. Selain itu, orang yang bertaubat ini tidak diwajibkan berkahwin dengan perempuan tersebut untuk menutup kesalahan tersebut. Lelaki yang berzina tidak boleh mengahwini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikahwini melainkan oleh lelaki yang berzina atau lelaki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang beriman.โ€” Surah An-Nur 3 Dan tidak boleh menjalankan akad nikah dengan perempuan yang terdapat janin hasil dari zina dalam perutnya, walaupun dari benih sendiri. Dan juga tidak boleh menjalankan akad nikah dengan perempuan yang tidak pasti apakah dia hamil atau tidak โ€” walaupun lelaki dan perempuan itu telah bertaubat. Jika telah nampak tanda rahim wanita itu bebas[2] dari air mani lelaki itu, maka ketika itu adalah haruslah untuk mereka berdua berkahwin dan memulakan kehidupan baru bersama-sama. Nota Kaki1 Mahar Mitsil iaitu mahar yang dinilai mengikut mas kahwin saudara-saudara perempuan yang telah berkahwin dahulu dan hendaklah yang dinilai sama dengan mas kahwin keluarganya yang paling dekat sekali seperti kakak dan ibu itu, mas kahwin juga dinilaikan berdasarkan keadaan perempuan itu sendiri dari segi kecantikan, kekayaan, pelajaran dan Istibraโ€™ rahim pembebasan rahim ialah untuk memastikan perempuan tersebut tidak hamil hasil penzinaan tersebut, iaitu dengan menunggu haid sebanyak selepas tempoh itu, dapatlah diketahui yang perempuan itu hamil atau tidak. Jika hamil, maka hendaklah dia menunggu sehingga melahirkan dan istibraโ€™ rahim adalah perkara yang kerana iddah adalah hak pasangan suami isteri yang sah dan bukannya zina. Manakala dalam kes zina, ia adalah istibraโ€™ Syeikh Saleh Utsaimeenโ€œIddah adalah hak seorang suami yang menceraikan isterinya. Sedangkan lelaki yang berzina dengannya statusnya bukan suami melainkan fajir/penzina.โ€ Syarh al-Mumtiโ€™ [5/215, cetakan Darul Atsar]Maka selepas perempuan yang berzina itu bertaubat dan selesai melakukan Istibraโ€™ rahim, maka adalah sah untuk penzina lelaki itu ingin mengahwini perempuan tersebut, syaratnya adalah lelaki tersebut sudah bertaubat terlebih dahulu. 2. Adakah Wajib Mengakui Dosa Silam Kepada Suami? Saya telah berkahwin dengan seorang lelaki yang malangnya, pada waktu silam saya pernah melakukan perbuatan saya harus menceritakan dosa silam kepada suami saya? Tidak wajib kepada mana-mana pihak untuk menceritakan dosa silamnya kepada pasangannya. Selagi mana Allah menutup keaiban diri kita, maka cukuplah kita bertaubat dengan sebenar-benar taubat kepadaNya. Dan sesiapa yang telah mengahwini seorang anak dara dan apabila tiba malam perkahwinannya dia mengetahui bahawa perempuan tersebut tidak suci lagi disebabkan dosa silam yang dilakukannya, maka lelaki itu berhak mengambil semula mahar yang telah diberikan serta menceraikannya. Jika perempuan tersebut sudah bertaubat, maka rahsiakanlah hal tersebut dan kekallah bersama perempuan itu. Dengan izin Allah, InsyaaAllah suami yang bersabar akan dikurniakan pahala oleh Allah. 3. Taubat Daripada Mencuri Bagaimanakah taubat bagi seorang pencuri? Pertama sekali, jika benda yang dicuri tersebut masih berada dalam simpanan, maka wajib dipulangkan kembali benda tersebut kepada tuannya dengan segera. Jika benda itu telah rosak atau musnah atau sudah buruk, maka wajiblah menukar ganti benda tersebut dan memulangkan kembali kepada tuannya. Jika tidak mampu, maka mintalah maaf serta tolak ansur daripada pemilik barang tersebut. Bagaimana jika tidak berani untuk berterus terang kepada pemilik barang tersebut? Dalam hal ini, pulangkan kembali barang yang dicuri itu menggunakan dengan menggunakan orang tengah. Minta orang tengah tersebut menyampaikan barang tersebut tanpa menyebut nama kita. Selain itu, kita juga boleh memulangkan barang menggunakan pos atau meletakkan barang curi tersebut di tempat asalnya tanpa pengetahuan pemilik asal. Apa yang penting adalah barang tersebut selamat sampai kepada pemilik sebenar barang itu. Bagaimana jika gagal memulangkan barang yang dicuri? Saya pernah mencuri harta syarikat di tempat kerja dan berhenti kerja. Namun sekarang ini saya telah bertaubat serta sangat ingin memulangkan kembali harta tersebut. Tetapi syarikat tersebut telah berpindah dan saya gagal mengesan alamat terbaru yang harus saya lakukan?โ€ Pertama sekali, hendaklah kita terlebih dahulu sedaya upaya mencari tempat dan alamat syarikat atau tuan punya syarikat tersebut dengan segala jalan yang ada. Jika insan tersebut telah mati, maka pulangkanlah benda tersebut kepada waris atau keluarga tuan punya syarikat tersebut. Jika masih juga tidak menjumpainya setelah habis segala ikhtiar, maka sedekahkanlah harta tersebut sebagai penebus kepada harta yang dicuri itu, dan niatkanlah ia untuk insan atau syarikat tersebut โ€“ walaupun insan atau syarikat tersebut adalah kafir. Kerana Allah akan memberikan kepada mereka harta di dunia tetapi tidak di akhirat kelak. 4. Mengambil Harta Anak Yatim & Menjadikan hasil curi sebagai modal perniagaan โ€œSaya mengambil harta anak yatim dan menjadikan ia modal perniagaan. Setelah sekian lama, saya mendapat keuntungan dan harta tersebut telah bertambah berkali saya telah bertaubat dan bagaimana harus saya serahkan harta tersebut? Para ulama telah mengeluarkan banyak pendapat mengenai hal ini. Namun pendapat yang paling pertengahan ialah hendaklah memulangkan modal asal itu kepada anak yatim tersebut dan ditambah bersama dengan setengah daripada keuntungan tersebut. Maka jadilah kamu dan anak yatim tersebut seakan-akan rakan kongsi terhadap keuntungan tersebut, dan dalam masa yang sama kamu telah pun memulangkan hak mereka. Pendapat ini dinyatakan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Taimiyah al-Harrani. Pendapat ini telah diperkuatkan oleh Imam Ibnu Qayyim rhm di dalam al-Madaarij. Begitu juga jika seseorang telah mencuri beberapa ekor ternakan daripada unta atau kambing, lalu binatang yang dicuri itu membiak dan beranak โ€“ maka hendaklah dipulangkan binatang yang dicuri itu beserta setengah ekor daripada anak-anak binatang tersebut kepada tuan asalnya. Jika binatang ibunya itu telah mati, maka berikanlah harga binatang tersebut bersama setengah ekor anak-anaknya kepada tuannya. ContohnyaKamu telah mencuri duit seorang anak yatim itu sebanyak itu kamu telah memperniagakan wang curi tersebut dan menjadikannya sebagai modal, lalu mendapat keuntungan hasil wang curi yang diperniagakan itu sebanyak itu kamu bertaubat dan ingin itu, hendaklah dipulangkan RM1000 dan ditambah bersama setengah daripada keuntungan tadi iaitu jadi RM3000 yang perlu aโ€™lam. 5. Bertaubat Daripada Dosa yang Melibatkan Hak Manusia Lain Hendaklah sesiapa yang ingin bertaubat itu melepaskan diri dari belenggu kezaliman silamnya yang dahulu dengan melunaskan kembali perkara tersebut dengan Membayar kembali jika berkaitan dengan duit dan harta meminta dihalalkan atau meminta supaya dia memaafkanmu. Jika dia memaafkanmu, maka segala puji bagi Allah. Andai tidak, pulangkan kembali haknya. Sesiapa yang mempunyai kezaliman terhadap saudaranya, iaitu yang berupa maruah atau harta benda, maka mintalah kepadanya agar dihalalkan perkara-perkara tersebut cepat-cepat sebelum diambil daripadanya di hari tiadanya dinar juga dirham, yang mana pada hari itu jika dia mempunyai amalan soleh, maka akan diambil daripada amalan tersebut sekadar kezaliman yang dilakukannya, jika dia tidak mempunyai apa-apa amalan soleh, maka akan diambil pula kejahatan-kejahatan orang yang dizaliminya itu, lalu diberikan kepadanya.โ€“ Muttafaqun Alaihi 6. Bertaubat Dari Mengambil Rasuah Saya pernah mengambil rasuah, kemudian saya telah apakah yang perlu saya lakukan dengan duit-duit rasuah yang pernah diterima? Rasuah biasanya berlaku dalam dua keadaan ini 1 Mengambil rasuah daripada orang yang dizalimi Keadaan ini berlaku apabila orang yang dizalimi tersebut terpaksa membayar rasuah untuk menuntut kembali haknya, dimana dia tidak mungkin akan mendapat kembali haknya melainkan dengan membayar rasuah. Maka dalam keadaan sebegini, wajiblah keatas orang yang ingin bertaubat ini memulangkan kembali duit rasuah tersebut kepada pemberi rasuah jenis ini. Kerana hukumnya dikira seperti harta yang dirampas, dan orang yang memberi rasuah tersebut seakan-akan dipaksa. 2 Mengambil rasuah daripada orang zalim Jika pemberi rasuah tersebut memberikan rasuah kepada perkara yang tiada terdapat haknya di situ, maka dalam keadaan ini, duit tersebut tidak perlu dipulangkan. Duit tersebut hendaklah dibelanjakan pada jalan kebaikan yang diharuskan seperti memberikannya kepada fakir miskin. Taubatnya sama seperti sesiapa yang mengambil hak orang lain dari tuannya. 7. Bertaubat Daripada Mengumpat Orang Jika saya pernah mengumpat dan memburukkan orang lain, adakah disyaratkan supaya saya memberitahu mereka tentang dosa tersebut disamping meminta maaf? Masalah sebegini terletak pada perkara berkaitan masalih perkara yang boleh mendatangkan kebaikan dan juga mafasid perkara yang boleh mendatangkan keburukan dan kemudaratan jika kamu memberitahu mereka tentang umpatan kamu dan tuduhan kamu kepada mereka itu. Jika perkara tersebut tidak menambahkan kemarahan dan kesedihan mereka, maka berterus-teranglah kepada mereka tentang hal tersebut secara umum sahaja tanpa perlu memperincikan tentang perkara tersebut berserta meminta maaf dengan penuh penyesalan. Manakala, jika anda risau atau takut apabila diberitahu mereka tentang perkara tersebut akan mengakibatkan permusuhan dan pergaduhan yang besar bakal berlaku kemudharatan yang besar, oleh itu cukuplah kita bertaubat dengan memenuhi beberapa perkara berikut Hendaklah menyesal dan hendaklah meminta keampunan daripada Allah, serta cuba bermuhasabah tentang betapa haram dan terkutuknya perbuatan memuji insan yang diumpati itu dengan pujian kebaikan di hadapan orang lain. Sebutkan segala kebaikan-kebaikan insan dia membela insan yang diumpatinya itu, jika adanya orang lain sedang mengatakan perkara tidak baik terhadap insan kepada Allah agar diampunkan dosa orang yang diumpatinya tanpa pengetahuannya 8. Bertaubat Dari Pekerjaan Yang Haram Saya telah bekerja dalam bidang yang haram dan telah mendapat gaji hasil dari kerja saya sudah saya perlu memulangkan kembali gaji ini kepada majikan saya? Menurut pendapat Ibnu Taimiyah Seseorang yang bekerja dalam bidang yang haram, atau memberikan perkhidmatan yang haram dan telah bertaubat kepada Allah serta masih mempunyai saki-baki gaji dari kerja tersebut โ€“ maka hendaklah dia membelanjakan wang tersebut tanpa perlu dia memulangkan semula wang tersebut kepada majikannya. Seorang pelacur yang telah bertaubat tidaklah perlu dia memulangkan kembali wang yang diperolehinya kepada bekas pelanggannya. Seorang penyanyi yang membuat persembahan yang diharamkan tidak mengikut syarak tidak perlu memulangkan kembali duitnya kepada penganjur konsert tersebut. Kerana jika dia memulangkan kembali wang haram tersebut kepada penganjur itu, maka dia telah menghimpunkan kembali duit haram itu dan seterusnya menolong penganjur itu meneruskan kerja haramnya. Maka cukuplah untuk membelanjakan wang tersebut untuk kegunaan lain. 9. Bolehkah Menghapuskan Simpanan Barang-Barang Yang Haram Dengan Menjualnya? Saya telah bertaubat nasuha kepada Allah, tetapi dalam masa yang sama saya masih mempunyai simpanan barang-barang yang haram seperti peralatan judi, arak, filem lucah dan ingin menghapuskan semua barang tersebut dari hidup saya menjualnya? Jawapannya adalah tidak boleh. Tidak boleh menjual barang-barang yang haram dan hasil yang diperolehi dari penjualan barang-barang tersebut adalah haram! Rasulullah SAW bersabda Sesungguhnya Allah jika sudah mengharamkan sesuatu, maka akan diharamkan juga harganya hasil dari perkara yang diharamkan tersebutโ€” Riwayat Ali Ibn Jaโ€™ad, Abu Daud, al-Syafiey, Ahmad, al-Daraqutni dan al-Baihaqi. Apabila kita sudah tahu jika kita menjual sesuatu barang dan pembeli tersebut akan menggunakannya ke jalan yang haram, maka hukumnya tidak boleh menjual barang tersebut. Dan janganlah kamu bertolong-tolong didalam perkara dosa dan permusuhan.โ€” Al-Maidah 2 Adakah Perlu Mengaku & Minta Dijatuhkah Hukuman? Adakah disyaratkan untuk mengakui segala jenayah silam di mahkamah dan meminta dijalankan hukuman? Tidak wajib seseorang itu untuk mengaku segala jenayah silamnya dihadapan seorang hakim supaya dijalankan hukuman ke atasnya. Sesiapa yang telah Allah tutup segala rahsianya, maka tidak mengapalah untuk dia menutupi rahsia dirinya sendiri. Cukuplah dengan taubat kepadaNya dengan sebenar-benar taubat nasuha dan mengakui segala dosa-dosa silam itu dihadapanNya. Bertaubat Untuk Satu Dosa, Tetapi Masih Tidak Bertaubat Untuk Dosa Lain Adakah sah taubat nasuha saya, jika saya hanya bertaubat untuk satu dosa, tetapi masih belum bertaubat terhadap dosa yang lain? Sah taubat terhadap satu dosa walaupun tidak bertaubat untuk jenis dosa yang lain. Tetapi ini hanya terpakai jika dosa tersebut bukanlah dari jenis dosa yang sama, dan juga tidak ada kaitan dengan dosa yang pertama. ContohnyaJika seseorang itu bertaubat daripada dosa mencuri dan dia tidak bertaubat untuk dosa minum arak, maka taubatnya terhadap mencuri tersebut adalah jika dia bertaubat daripada mencuri kereta dan tidak bertaubat dari mencuri wang tabung masjid, maka taubatnya tidaklah juga dengan sesiapa bertaubat dari menghisap syisya dan tidak bertaubat daripada minum arak. โ€” ia tidak dikira sah taubatnya kerana setiap perlakuan tersebut sama sahaja dari segi jenis, rupa dan sahaja dijadikan seakan-akan berlainan. Ada Dosa Dengan Manusia Lain Jika dosa itu ada sangkut-pautnya dengan manusia ditambah lagi satu syarat, iaitu minta maaf kepada orang bersangkutan atau tempat kita mengerjakan kesalahan. Dosa yang ada sangkut-paut dengan manusia misalnya mengumpat orang lain, mencacinya, menuduhnya berzina, mencemarkan nama baiknya, mengambil hartanya dan sebagainya. Dosa-dosa seperti itu tidak memadai hanya dengan bertaubat kepada Allah SWT, tetapi mesti minta maaf kepada orang bersangkutan. Kalau dia maafkan, bersihlah kesalahan kita, tetapi kalau dia tidak maafkan kita tetap berdosa. Nampaknya lebih mudah menyelesaikan kesalahan kepada Allah SWT daripada kesalahan kepada Bani Adam atau manusia. Ini kerana Allah SWT lebih mudah memaafkan kesalahan daripada manusia. Ditambah lagi kalau dosa kepada manusia terkadang kita ingin minta maaf tetapi orangnya tidak tahu di mana lagi atau mungkin sudah meninggal dunia. Jika dosa kepada manusia itu merupakan hutang kepadanya, maka wajib dibayar hutang itu. Kecuali kalau dia mengatakan sudah dimaafkannya dan tidak perlu dibayar lagi, barulah dianggap selesai walaupun hutang tidak dibayar. Kalau dosa itu merupakan harta yang dirampas daripada seseorang atau dicuri, maka hendaklah harta itu dikembalikan. Kalau kita mencuri selipar orang misalnya, tidak boleh kita minta maaf saja kepadanya sementara seliparnya tetap saja kita simpan. Dosa kepada sesama insan ini sepatutnya kita lebih berhati-hati kerana berat akibatnya. Kalau kita mempunyai dosa kepada orang lain, di akhirat nanti sebahagian pahala kita diambil dan diberikan kepada orang yang kita melakukan kesalahan itu. Kalau amal kita tidak mencukupi untuk menebusnya, dosanya akan diambil kemudian ditimpakan kepada kita. Inilah yang dikatakan orang muflis di Padang Mahsyar nanti. Pernah dahulu Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat-sababat baginda โ€œTahukah kamu siapa orang yang muflis itu?โ€ Para sahabat menjawab โ€œOrang yang muflis menurut pendapat kami ialah orang yang tidak mempunyai wang dirham, dinar dan barang-barang di rumah.โ€ Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan Orang yang muflis dalam kalangan umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala solatnya, pahala zakat dan puasanya, tetapi dia datang dalam keadaan telah memaki si fulan, telah menuduh si fulan, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan dan memukul yang lain. Maka diberikanlah kepada si fulan kebaikannya yang ini, kepada si fulan kebaikan yang ini dan seterusnya. Kalau sudah habis kebaikannya sebelum dia membayar akibat dari kesalahan-kesalahannya itu, maka diambillah dosa-dosa mereka si fulan dan fulan, kemudian ditimpakan kepadanya. Kemudian dia dicampakkan ke neraka. Keburukan Melakukan Dosa Secara Berterusan Imam Ibnu Qayyim rhm ada menyatakan beberapa keburukan melakukan dosa-dosa secara berterusan di dalam kitab beliau, al-Daaโ€™ wa al-Dawaaโ€™ Haram dari mendapat ilmu yang dan wujudnya keresahan yang meresahkan di dalam urusan di dalam kehidupan dari berlaku mendapat berasa perkara-perkara dosa yang berterusan melakukan oleh oleh manusia oleh segala binatang titik hitam di atas hati.[3]Diletakkan di bawah dimakbulkan rasa nikmat dari merasa takut di dalam di dalam tawanan di dalam keadaan yang azab seksa Allah di akhirat. 3 Seperti dalam hadis nabi yang bermaksud Sesungguhnya seorang hambah itu jika melakukan satu dosa, maka akan dititik pada hatinya suatu titik hitam. Jika dia bertaubat dan berhenti dari dosa itu, maka akan dibersihkan hatinya itu. Jika dia kembali melakukan dosa itu kembali, titik hitam akan bertambah sehinggalah hatinya hitam berkarat, dan itulah yang dinamakan al-Raan tutupanโ€” al-Hakim dalam al-Mustadrak no. 3908, jilid 2, 562, al-Baihaqi di dalam al-Sunan no. 20763, jilid 10 m/s 316 Bilakah Waktu Taubat Sudah Tidak Diterima Allah? Ada masanya Allah SWT tidak menerima taubat daripada manusia walaupun dia betul-betul bertaubat, menyesali perbuatannya sehingga dia menangis dan sebagainya. Inilah yang selalu diistilahkan dengan โ€œtertutupnya pintu taubatโ€. Taubat tidak diterima lagi ketika 1. Sudah Nazak Nazak di sini bukan hanya sekadar sakit tenat atau tidak sedarkan diri, tetapi juga jika sudah sampai ke kerongkong seseorang. Biasanya malaikat maut mencabut nyawa manusia dari ubun-ubunnya. Malaikat menarik roh itu dari ubun-ubun seseorang. Roh itu bergerak dari kaki ke arah kepala. Mula-mula jari-jari kakinya tidak bernyawa, kemudian betisnya, menyusul pahanya, perutnya, dadanya sampai lehernya. Ketika roh sudah sampai di leher atau kerongkong, inilah yang dikatakan saat nazak atau ghargharah. Pada waktu ini tidak diterima lagi taubat seseorang. Rasulullah SAW bersabda Sesungguhnya Allah menerima taubat seseorang hamba selama belum sampai saat ghargharah.โ€ Berdasarkan hadis itu, Allah SWT Maha Pengampun dan Dia menerima taubat seseorang hamba walaupun dosanya banyak jika dia betul-betul minta ampun, tetapi dengan syarat belum sampai masa ghargharah. 2. Suasana Terancam Nyawa Firman Allah SWT Dan tidak ada gunanya taubat itu kepada orang yang selalu melakukan kejahatan, hingga apabila salah seorang daripada mereka hampir mati, berkatalah dia Sesungguhnya aku bertaubat sekarang ini, dan tidak pula diterima taubat orang yang mati sedang mereka tetap kafir. Orang yang demikian, Kami telah sediakan seksa yang pedih.โ€ โ€” Surah An-Nisaโ€™ [4]18 Tidak diterima taubat daripada seseorang yang dia bertaubat hanya kerana sudah diambang maut. Taubat seperti itu adalah taubat dalam keadaan terdesak, dalam keadaan genting atau dalam keadaan nyawa di hujung rambut. Taubat seperti itu tidak murni atau tulus dari hati orang yang bertaubat. Kalau bukan kerana keadaan gawat, dia tidak ingat dosanya dan tidak bertaubat. Contohnya orang yang bertaubat ketika kapal terbang yang dia naiki terjatuh. Misalnya ketika pesawat sudah terbakar dan sudah menjunam ke bawah, maka dia masih sempat bertaubat kepada Allah SWT dengan sebenar-benar taubat, maka taubatnya tidak diterima walaupun dia betul-betul menyesali perbuatannya. Taubatnya tidak diterima kerana dia bertaubat dalam keadaan sudah dekat ajalnya. Contoh lainnya orang yang lemas di laut, orang yang terlibat dengan kemalangan jalan raya, orang yang terperangkap di bawah bangunan runtuh dan sebagainya. Maksudnya sudah tipis harapan untuk selamat dan masih terang hati untuk mengingat dosa-dosa yang telah dilakukan dan masih ada waktu untuk bertaubat. Dalam keadaan seperti itu, taubat sudah tidak diterima lagi. Firaun yang terkenal dengan keras kepala dan sombong itu pun masih sedar, insaf dan mengakui kesalahannya ketika berhadapan dengan maut. Firaun menyatakan keimanannya kepada Allah SWT dan ber taubat daripada segala kesalahannya ketika dia tenggelam di laut. Allah SWT tidak menerima taubatnya itu. Firman Allah SWT dalam Surah Yunus ayat 90 yang bermaksud Dan Kami bawakan Bani Israil ke seberang Laut Merah, lalu dikejar oleh Firโ€™aun dan tenteranya, bertujuan melakukan kezaliman dan pencerobohan, sehingga apabila Firโ€™aun hampir tenggelam berkatalah dia pada saat yang genting itu Aku percaya, bahawa tiada Tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku adalah dari orang-orang yang berserah diri menurut perintah.โ€ โ€” Surah Yunus [10]90 Allah SWT tidak menerima taubat Firaun. Sebelumnya dia sudah terlalu jahat. Dia sudah banyak menindas kaum Bani Israil dan ramai yang dia bunuh. Dia telah banyak menentang Nabi Musa AS. Firaun sebenar nya sangat takjub dengan kekuasaan yang dia miliki hingga membuatkan dia sombong. Dia menganggap diri nya raja dari segala raja, bahkan dia mengatakan dirinya Tuhan. Allah SWT tidak bersedia mengampuni kesalahan Firaun, apatah lagi kerana dia menyatakan keimanannya dan bertaubat setelah berada di ambang maut. Allah SWT menjawab kata-kata Firaun itu dengan firman-Nya ุงู„ูู† ูˆู‚ุฏ ุนุตูŠุช ู‚ุจู„ ูˆูƒู†ุช ู…ู† ุงู„ู…ูุณุฏูŠู† * โ€œApakah sekarang baru engkau percaya, padahal sesungguhnya engkau telah derhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang-orang yang berbuat kerosakan?โ€ Surah Yunus [10]91 3. Dalam Keadaan Kafir Allah SWT tidak akan menerima taubat seseorang selama dia masih kafir atau belum beriman. Ini sesuai dengan firman Allah SWT Dan tidak ada gunanya taubat itu kepada orang yang selalu melakukan kejahatan, hingga apabila salah seorang daripada mereka hampir mati, berkatalah dia Sesungguhnya aku bertaubat sekarang ini, dan orang yang mati sedang mereka tetap kafir. Orang yang demikian, Kami telah sediakan seksa yang pedih.โ€ Surah An-Nisaโ€™ [4] 18 Jika ada orang kafir yang ingin bertaubat daripada dosa-dosanya, maka hendaklah dia masuk Islam dahulu. Sebenarnya orang kafir jika dia sudah beriman masuk Islam, maka terhapuslah segala dosanya selama dia kafir. Sebaik sahaja masuk Islam, dia bersih daripada dosa seperti keadaan anak yang baru lahir. Sungguh beruntung orang yang mendapat hidayah untuk masuk Islam, apatah lagi jika dia mampu mempertahankan rekod bersih itu sampai akhir hayatnya. 4. Apabila Matahari Terbit Dari Barat Taubat juga tidak diterima apabila matahari terbit dari barat atau tempat terbenamnya. Di antara tanda kiamat kubra tanda besar ialah terbit matahari dari tempat terbenamnya. Menurut riwayat, menjelang kiamat nanti akan terjadi suatu malam panjang. Malam itu cukup lama baru berganti dengan siang. Orang-orang semua sudah penat tidur dan perut pun sudah terasa lapar tetapi hari masih gelap. Setelah penat menunggu, barulah muncul cahaya fajar. Seperti biasa, hari pada pagi harinya mulai terang. Manusia keluar rumah untuk urusan masing-masing. Pada mulanya belum nampak sebarang keanehan. Tetapi alangkah terkejutnya manusia ketika itu tatkala melihat matahari terbit dari barat atau tempat yang biasa ia terbenam. Menurut riwayat peristiwa itu nanti akan terjadi pada hari Jumaat, yakni tepat pada hari terjadinya kiamat. Hari itulah terjadinya kiamat dan pada hari itu pintu taubat sudah ditutup. Tanda-Tanda Taubat Diterima Berkata Ibnu Qayyim rahimahullah; Taubat yang makbul diterima itu memiliki beberapa tanda, di antaranya Bahawa setelah bertaubat, seseorang itu lebih baik daripada dia sentiasa diliputi rasa takut, tidak merasa selesa dari makar seksa Allah SWT walau sekejap antaranya lagi ialah timbulnya rasa sedih dan takut yang mendalam di dalam di antara tuntutan taubat yang benar juga terjadinya rasa sedih yang bersifat khusus di hadapan Tuhan yang tidak ada tandingan-Nya, suatu kesedihan yang sempurna yang meliputinya dari semua arah dan membuatnya merasa tercampak di hadapan Tuhannya dalam keadaan tidak berdaya, hina dan pasrah penuh khusyuk. Selanjutnya Ibnu Qayyim berkata โ€œApabila Allah menginginkan suatu kebaikan terjadi pada hamba Nya, maka Dia akan membukakan baginya pintu-pintu taubat, penyesalan dan kepiluan kerana telah berbuat dosa, merasa hina di hadapan Tuhan, dia merasa sangat mengharapkan pertolongan Tuhan serta mendekatkan diri kepadaNya.โ€ Penutup Yakinlah Allah Itu Maha Pengampun Katakanlah Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayangโ€” Surah al-Zumar 53 Inilah kehebatan dan kebesaran sifat al-Afuw Yang Maha Pemaaf dan al-Ghaffar Yang Maha Pengampun Allah SWT. Oleh itu yakinlah, apabila seorang pendosa menyesal, meminta ampun dan membuat amalan soleh, pasti akan diampunkan segala dosa. Pasti! Semoga panduan ini memberi manfaat yang berguna. taubat nasuha Perspektif Al-Qurโ€™an Dalam Al-Qurโ€™an banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang taubat. Kata At-Taubah dan derivasinya sebanyak 85 kali tercantum dalam Al-Qurโ€™an. Allah mengisahkan perbuatan umat-umat terdahulu berikut balasan dan pahala yang mereka terima. Allah juga menyebutkan akibat bagi orang-orang yang enggan bertaubat. Ayat-ayat tersebut adalah Thaha ayat 82, Al-Baqarah ayat 222, at-Tahrim ayat 8, Al-Baqarah ayat 160, Al-Maidah ayat 39, at-taubah ayat 118, dan an-Nisaโ€™ ayat 18. [1] Perspektif Hadis Sedangkan dalam perspektif hadis, taubat mendapatkan porsi pembahasan yang sangat luas. Hal ini dapat kita saksikan dengan banyaknya hadis-hadis yang terperinci menjelaskan tentang taubat dengan segala permasalahannya. Seperti Sabda rasulullah ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุดูŽูŠู’ุจูŽุฉูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุบูู†ู’ุฏูŽุฑูŒ ุนูŽู†ู’ ุดูุนู’ุจูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ู…ูุฑู‘ูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุจูุฑู’ุฏูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุงู„ู’ุฃูŽุบูŽุฑู‘ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซู ุงุจู’ู†ูŽ ุนูู…ูŽุฑูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุชููˆุจููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุชููˆุจู ูููŠ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุงุฆูŽุฉูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุงู‡ ุนูุจูŽูŠู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ู…ูุนูŽุงุฐู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููŠ ุญ ูˆ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุงุจู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุซูŽู†ู‘ูŽู‰ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ ูˆูŽุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ู ูƒูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุดูุนู’ุจูŽุฉูŽ ูููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุฅูุณู’ู†ูŽุงุฏู artinya โ€œTelah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syuโ€™bah dari Amru bin Murrah dari Abu Burdah dia berkata; โ€œSaya pernah mendengar Al Agharr, salah seorang sahabat Rasulullah, memberitahukan Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah bersabda Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena aku bertaubat seratus kali dalam sehari.โ€™ โ€ Telah menceritakannya kepada kami Ubaidullah bin Muโ€™adz telah menceritakan kepadaku Bapakku. Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abu Dawud dan Abdurrahman bin Mahdi semuanya dari Syuโ€™bah dengan sanad iniโ€ Muslim no 4871 [2]. Taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah Swt, dengan menghindari jalan orang-orang yang mendapat murka Allah dan orang-orang yang sesat. Petunjuk ke jalan yang lurus tidak akan diterima secara maksimal jika orang yang melakukan taubat tersebut buta dengan dosa yang terus menerus ia kerjakan. Kebutaannya tentang dosa, sangat bertentangan dengan pengetahuannya tentang hidayah. Taubat dari dosa adalah suatu kewajiban bagi setiap diri manusia. Hal ini merupakan perintah Allah dan sunnah Nabi. Sahl bin Abdullah berkata โ€œ siapa yang berpendapat bahwa taubat tidak wajib, maka sungguh ia adalah seorang kafirโ€.[3] Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihyaโ€™ Ulumuddin, taubat merupakan istilah yang terbangun dari tiga Variabel, yaitu ilmu, keadaan dan amal. Ilmu akan menghasilkan keadaan dan keadaan akan menghasilkan amal. Semuanya merupakan sunnatullah yang tidak bisa diubah. [4] Syaikh al-Anshari berkata dalam Manazil as-Saโ€™irin [5] Maksiat โ€œMaksiat itu dapat diketahui dengan tiga parameter. Pertama, engkau terlepas dari penjagaan ketika melakukannya. Kedua, engkau merasa senang saat melakukannya. Ketiga, engkau terus-menerus melakukannya tanpa ada usaha untuk memperbaikinya. Namun pada saat yang sama, engkau juga yakin bahwa Al-Haq Swt, selalu mengawasimuโ€. Besar kemungkinan, maksud โ€œlepas dari penjagaanโ€ adalah melepaskan diri dari berpegang teguh kepada agama Allah . Senang melakukan maksiat adalah tanda bahwa ia sangat cenderung terhadap maksiat itu. Rasa senang ini juga menunjukkan bahwa ia buta dengan kekuasaan Zat yang ia dustai. Ada tiga perkara berikut yang jika tidak ada dalam diri akan membawa seseorang kepada lembah kenistaan dan tidak akan mendapatkan kebahagiaan sejati. Ketiga hal tersebut adalah, 1 adanya rasa cemas mengalami matinya hati sebelum bertaubat, 2 rasa sesal karena melakukan pelanggaran terhadap Allah, 3 kebulatan tekad untuk menebus dan memperbaiki. Syarat-syarat Taubat Seseorang yang bertaubat harus melakukan beberapa hal berikut ini, karena ia adalah persyaratan yang akan memudahkan jalan mereka untuk mendapatkan ampunan Allah dan tentu saja supaya istiqamah dalam taubatnya. Syarat-syarat taubat ini disampaikan oleh Syaikhul Islam al-Anshari pemilik matan Manazil as-Saโ€™irin. Syarat-syarat taubat itu adalah sebagai berikut Menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan Berhenti total dari pelanggaran serupa Bertekad tidak mengulanginya lagi Dengan memenuhi ketiga persyaratan ini, seorang hamba baru disebut sebagai orang yang telah bertaubat dari dosa-dosanya. Inilah yang menjadi kunci pokok dari taubat yang tanpanya taubat Nasuha atau taubat yang sebenarnya itu tidak akan tercapai. Manfaat yang Didapatkan oleh Orang yang Bertaubat Taubat yang sungguh-sungguh dengan memenuhi segala persyaratannya akan menghasilkan manfaat yang sangat banyak bagi pelakunya, baik kehidupan dunia apalagi kehidupan akhirat yang abadi. Buah dari bertaubat itu adalah sebagai berikut [6] Menghapuskan dosa dan memasukkan pelakunya ke dalam Syurga Memperbaharui keimanan Mengganti kejelekan dengan kebaikan Menang atas musuh yang nyata yaitu setan Mengalahkan nafsu yang selalu mengajak kepada kejelekan Terpecahnya hati kepada Allah Mendapatkan cinta Allah Allah merasa bahagia dengan orang yang bertaubat Hal-hal yang menghalangi Taubat Taubat merupakan adalah kebutuhan primer bagi manusia sebagaimana makan dan minum. Berpaling dari taubat akan mendatangkan bahaya dan membawa pelakunya kepada lembah kenistaan. Akan tetapi ada hal-hal yang membuat seseorang terhalang dari taubat, meskipun taubat itu adalah kebutuhan pokok manusia. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut Meremehkan perbuatan dosa dan menganggapnya sebagai urusan yang sepele dan remeh, tidak pernah merasa khawatir maupun bingung Panjang angan-angan dengan menganggap bahwa kehidupan dunia ini abadi dan membenci kematian dengan beranggapan bahwa kematian itu tidak pernah mendekat Menipu diri sendiri dengan mengatakan bahwa Allah akan mengampuni meskipun tidak bertaubat. Ini adalah suatu kesalahan yang fatal, karena tidak ada sesuatu apapun yang dapat menjamin hal tersebut. Allah hanya akan memberikan ampunan kepada orang-orang yang bertaubat Kuatnya dosa dan adanya rasa putus asa terhadap ampunan Allah Tidak mengetahui hakikat kemaksiatan Berargumentasi dengan perkataan takdir Allah dengan mengatakan segalanya adalah takdir Allah, ketika ia bermaksiat-pun ia mengatakan bahwa ini adalah takdir Allah Tanda-tanda Orang yang Bertaubat Orang yang melakukan taubat Nasuha atau taubat yang sebenarnya, akan tercermin tanda-tanda lahir, hal ini terlihat dari kehidupannya sehari-hari. Berikut tanda-tandanya[7] Bergaul dengan orang yang shaleh, dan menghindari berteman dengan orang-orang yang berperangai buruk Perilakunya lebih baik daripada yang sebelumnya Berhenti dari perbuatan dosa dan menerima dengan tangan terbuka terhadap segala kebajikan Selalu cemas terhadap azab dan murka Allah, sedikitpun ia tak pernah lepas dari rasa cemas ini. Hatinya berpaling dari hal-hal keduniaan, dan haus akan hal-hal yang bersifat ukhrawi Hatinya selalu aktif dan tersadar karena penyesalan dan rasa cemas yang terus membayangi Hancurnya hati tidak dapat serupa dengan apapun, dengan senantiasa menangisi setiap dosa yang pernah dilakukan dihadapan Allah Swt Demikianlah pembahasan tentang taubat yang dapat kami sampaikan pada postingan kali ini. Semoga informasi ini bermanfaat, dan semoga kita menjadi hamba-hamba yang selalu bertaubat kepada Allah. Amiin Sumber Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Ensiklopedia Taubat, Keira Publishing, Cilacap, Depok-Jawa Barat 2014 Yusuf al-Qardhawi, Kitab Petunjuk Tobat Kembali Kepada Allah, Mizania, Ujung Berung, Bandung-Jawa Barat 2008 Software Hadis 9 Imam Lidwa Pustaka [1] Muhammad Fuโ€™ad al-Baqi, Muโ€™jam Mufarras li Alfazil Qurโ€™an [2] Cd Lidwa Pustawa, kitab Shahih Muslim no 4871 bab ุงุณุชุญุจุงุจ ุงู„ุงุณุชุบูุงุฑ ูˆุงู„ุงุณุชูƒุซุงุฑ ู…ู†ู‡ [3] Yusuf al-Qardhawi, Kitab Petunjuk Taubat hal 19 [4] Ibid hal 65 [5] Ensiklopedia taubat, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah hal 3 [6] Yusuf al-Qardhawi, Kitab Petunjuk Taubat hal 305-325 [7] [7] Ensiklopedia Taubat, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah hal XVII Post Views 621 loading...Di antara bentuk penyesalan adalah mengakui dosa, dan tidak lari dari pertanggungjawaban dosa itu, serta meminta ampunan dan maghfirah dari Allah SWT. Foto/Ilustrasi Ist Bertaubat dengan taubat nasuha , terdiri dari beberapa unsur. Imam Al Ghazali dalam kitabnya " Ihya ulumuddin " menyebut salah satunya adalah unsur hati dan keinginan. Baca Juga Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "at Taubat Ila Allah" menjelaskan unsur dalam taubat yakni unsur jiwa, yang berhubungan dengan hati dan keinginan diri. Atau dengan kata lain emosi dan inklinasi."Dari unsur ini ada yang berhubungan dengan masa lalu, dan ada yang berhubungan dengan masa depan," yang berkaitan dengan masa lalu adalah apa ang kita kenal dengan penyesalan. Tentang ini terdapat hadis "penyesalan adalah taubat". Karena ia adalah bagian yang paling penting dari taubat. Seperti dalam hadis "Haji adalah Arafah". Karena ia adalah rukun yang paling penting dalam haji itu. Al Qusyairi mengutip dari beberapa ulama mengatakan penyesalan itu cukup untuk mewujudkan taubat. Karena penyesalan itu akan mengantarkan kepada dua rukun lainnya, yaitu tekad dan meninggalkan perbuatan dosa. "Adalah mustahil jika ada seseorang yang menyesali tindakan yang masih terus ia lakukan atau ingin ia lakukan kembali," ujar adalah perasaan, emosi atau gerak hati. Yaitu suatu bentuk penyesalan dalam diri manusia atas perbuatan dosa yang ia lakukan terhadap Rabbnya, terhadap makhluk yang lain dan bagi dirinya sendiri. Ini adalah penyesalan yang mirip dengan api yang membakar hati dengan sangat. Malah ia akan merasakannya seperti dipanggang ketika ia mengingat dosanya, sikap pelanggarannya serta hak Rabbnya atasnya. Itu adalah kondisi "terbakar di dalam" yang diungkapkan oleh sebagian kaum sufi ketika mereka mendefinisikan taubat melelehkan lemak yang terkumpul karena kesalahan masa lalu. Dan yang lain berkata ia adalah api hati yang membakar, serta sakit dalam hati yang tidak terobati! Baca Juga Al Quran telah mendeskripsikan sisi jiwa ini bagi beberapa orang yang melakukan taubat, dengan deskripsi yang amat bagus. Yaitu dalam kisah tiga sahabat yang absen dari mengikuti perang yang besar bersama Rasulullah SAW , yaitu perang Tabuk. Perang ini merupakan peperangan pertama Rasulullah SAW dengan negara yang paling kuat di dunia saat itu Romawi. Mereka tidak mengungkapkan alasan bohong seperti kaum munafik, maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengucilkan mereka. Kemudian mereka menyesali perbuatan mereka itu dengan sangat, dan dilukiskan oleh Al Quran sebagai berikut"Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan penerimaan taubat mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit pula terasa oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari siksa Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang". QS at-Taubah 118Oleh karena itu Dzun-Nun al Mishri berkata hakikat taubat adalah engkau merasakan bumi yang luas ini menjadi sempit karena dosamu, hingga engkau tidak dapat lari darinya, kemudian kesempitan itu engkau rasakan dalam dirimu. Seperti diungkapkan oleh al Quran "dan jiwa merekapun telah sempit pula terasa oleh mereka".Di antara bentuk penyesalan adalah mengakui dosa, dan tidak lari dari pertanggungjawaban dosa itu, serta meminta ampunan dan maghfirah dari Allah kita temukan dalam kisah Adam setelah beliau dan istirnya memakan pohon yang dilarang itu"Keduanya berkata "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". QS al A'raf 23 Baca Juga Dan seperti kita temukan dalam kisah Nuh ketika ia meminta ampunan kepada Rabbnya atas anaknya yang kafir. Dan jawaban Ilahi terhadapnya adalah"Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu yang dijanjikan akan diselamatkan, sesungguhnya perbuatannya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui hakekat nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan". QS. Huud 46

kisah orang taubat nasuha